Klik Aja

Wednesday, November 7, 2012

"DI" ORANG ANEH YANG TAKUT BAJU

0 komentar

Krens Lotim. Di, begitulah panggilang akrab salah seorang warga dusun Menuntut desa Rensing Kecamatan Sakra Barat ini.

Kesehariannya bekerja sebagai buruh tani dan punya pekerjaan tetap. Ia bekerja dari sawah ke sawah orang untuk mencukupi kebutuhan hidup bersama istri dan anaknya. 

Usianya yang menghampiri 80 tahun ini, ia masih rajin bekerja walau terkadang sakit - sakitan. Tidak ada kata malas pada dirinya, setiap hari harus berjalan mencari rizki. 

Kulitnya hampir mengkerut dimakan usia dan terlihat seperti terbakar oleh sengatan sinar matahari setiap hari, namun semangatnya tinggi dan tidak kalah dengan para remaja. 

Ada yang aneh dari penampilan " DI " selama hidupnya. Dia tidak pernah mengenakan baju. Bukannya tidak punya, tetapi ketika memakai baju, badan terasa panas dan tidak nyaman sehingga harus melepas baju dari badannya. 

Dalam sejarah hidupnya, ia hanya pernah mengenakan baju pada waktu belajar KF ( Keaksaraan Fungsional ). Pada saat itu diinformasikan oleh tutornya bahwa pada hari itu ada kunjungan pak Camat ke kelompoknya sehingga ia mengenakan baju dan itupun tidak lama, setelah kunjungan berakhir iapun membuka baju. 

Pada saat shalat Jum'atpun ia menggunakan handuk sebagai penutup badan dan sapu' yang melilit di kepalanya. 

H. Bakar Hamzah, salah seorang tokoh agama di dusun Menuntut yang selalu memperhatikan "DI" dalam kesehariannya mengatakan ; " dia memang tidak pernah memakai baju secara tetap, bukannya tidak mampu membelinya atau tidak punya dan sebagainya, tetapi dia merasa tidak nyaman menggunakan baju", tuturnya pada tim KM. 

Sementara "DI " sendiri juga membenarkan apa yang disampaikan tetangga dan kerabatnya yang mengatakan dirinya tidak bisa pakai baju karena badannya terasa panas kalau menggunakan baju. (MA)

Tuesday, November 6, 2012

PNPM-GSC ADAKAN PENYULUHAN KADER POSYANDU DESA RENSING BAT




Krens Lotim. Program pemerintah baik pusat maupun daerah mengutamakan beberapa indikator termasuk kesehatan. 

Sebagai langkah awal peningkatan pengetahuan bagi kader Posyandu di wilayah Desa Rensing Bat, pihak PNPM GSC kembali menggelar pelatihan, Rabu (07/11/2012) di rumah Kepala Dusun Lepok desa Rensing Bat. 

Pelatihan khusus bagi kader-kader posyandu yang diikuti 70 orang tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang kesehatan ibu hamil dan bayi. Ini penting dilakukan karena memang sudah menjadi kewajiban bagi para kader untuk mengetahuinya.

Kepala Desa Rensing Bat mengatakan, pelatihan kader posyandu yang diselenggarakan bekerja sama dengan pihak Puskesmas Rensing. 

Selama pelatihan ini berlangsung, pihaknya berharap agar para kader yang di utus oleh Pemerintah Dusun untuk mengikuti kegiatan pelatihan dimaksud, agar mengikutinya dengan serius,tekun,tertib dan lancar, sehingga ilmu yang di peroleh dari para narasumber dapat dimiliki sebagai bekal dalam menjalankan tugas sebagai tenaga yang menangani Posyandu.

Dikatakan Muhammad Hilmi, SE, pelatihan kader posyandu ini penting dilakukan karena masih banyak kader-kader posyandu wilayah ini yang belum faham bagaimana cara mengatasi penanganan dalam bidang kesehatan, terutama kesehatan ibu hamil dan bayi. Selain itu, katanya, pengetahuan para kader selama ini masih dirasakan sangat kurang, sebagian hanya mampu mengisi KIA saja.

Kepada para narasumber yang terdiri dari para bidan yang berasal dari Puskesmas Rensing, Muhammad Hilmi, SE mengucapkan terima kasih atas kerja sama ini, dan insya Allah untuk tahap berikutnya kita akan mengadakan posyandu khusus bagi LANSIA, katanya. 

Harapan yang sama juga datangnya dari tokoh masyarakat desa Rensing Bat “Saya, selaku ktua LKMD berharap semoga prestasi yang dimiliki oleh para kader dan PK (Pelaksana Kegiatan) selama ini bisa dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan lebih baik lagi,” Jelas H. Zainal Muttaqin pada saatpelaksanaan acara. (MA).


Monday, November 5, 2012

"Tombok" Sang Penunggu Kantor Desa



Krens Lotim. “Tombok” sebutannya begitu. Nama aslinya Nursiah. Seorang pria tua penunggu kantor desa yang sepanjang malam menghabiskan waktunya untuk menjalani tugas  yang telah diberikan kepadanya. Separuh hidupnya ia jalani sendiri tanpa seorang istri  dan seorang anakpun. Kehidupan pribadinya yang serba kekurangan menjadikannya begitu memprihatinkan. Ia terkadang diantarkan makanan ke kantor desa tempat ia diberi tugas atau berkeliling ke sanak keluarga sekedar untuk mengisi perut ketika lapar mulai menjelma. Kantor Desa Rensing Raya yang ia tempati, disudut ruang kecil beralaskan tikar daun pandan, tiap malam tertidur berteman angin malam yang gerah atau dingin, berselimut sepi hanya sepi menemani.

Kehidupan Tombok yang kian tidak menentu, kala ia lelah terkadang membuatnya tertidur dimana saja ia mau. Namun yang perlu kita tiru, sedikitpun ia tidak pernah mengeluh atau berputus asa. Penghasilan yang diberikan dari desa sekedarnya, ia terima dengan syukur dan selalu menjalankan tugasnya dengan baik. Ia memang pernah kawin, akan tetapi dari perkawinannya ia tidak mendapatkan anak dan perkawinannya tidak langgeng. Entah apa sebabnya dari lima kali ia melangsungkan perkawinan, semuanya berakhir dengan perpisahan. Kini ia hidup sendiri meski ia tiada merasa rendah diri. Ia tetap semangat dan mau berbuat setidaknya untuk desanya. ( SZ)

Saturday, November 3, 2012

LAMOT KM KRENS BULAN SEPTEMBER-OKTOBER 2012



               LAPORAN BULANAN KM KRENS
              BULAN SEPTEMBER-OKTOBER 2012

No
Hari tgl
tempat
Acara
1

Jumat, 7 September 2012

Dishubkominfo Kab. Lotim

Diterima di ruang tamu Kepala Dishubkominfo Kab. Lotim KM.Krens berembug bersama persiapan mengikuti Jambore Kampung Media yang akan di pusatkan di Mataram. Banyak yang kami rumuskan kaitannnya dengan persiapan KM yang ada di Lombok Timur untuk bisa sukses bersaing dengan KM lain. Pada waktu itu dihasilkan pembentukan Kampung Media Center yang nantinya akan dipusatkan di Selong.
2
Senin, 10 September 2012
Di sawah
Bersama para petani tembakau di daerah Rensing Bat, kami membicarakan DBHCT. Dengan keadaan tembakau yang pada saat ini tidak begitu memuaskan, tentunya yang kami harapkan DBHCT itu juga bisa mengobati perasaan para petani. Kami menyepakati untuk selalu kompak dan bersatu serta selalu kerjasama untuk meningkatkan pertanian untuk menopang kehidupan keluarga, tidak saja melalui penanaman tembakau akan tetapi pananaman palawija dll.
3
Selasa, 13 September 2012
Ruang Konferda
Bersama utusan dari setiap kecamatan di Lombok Timur, masing-masing Anak Cabang mengutus 2 orang anggota. Kami berkumpul untuk menuntaskan  pemilihan ketua PW NW 2012-2017
4
Sabtu, 15 September 2012
Hotel Lombok Raya
Bersama KM se-NTB, masing-masing kami memaparkan program di hadapan dewan juri kaitan dengan program yang sudah dicanangkan oleh Kampung Media yang sudah terbentuk, baik yang dibentuk tahun 2009 maupun yang 2010 lalu, sedangkan yang masih baru belum mendapatkan panggilan. Kami sangat termotivasi dengan event tersebut karena setelah kami berkumpul bersama, begitu banyak pengalaman berharga yang kami dapatkan sehingga ada motivasi tersendiri bagi kami untuk terus aktif mengelola kampung media ini ke arah yang lebih baik.
5
Selasa, 18 September 2012
Di Sepit, Rumah Hasmawadi
Saat melaksanakan acara pertemuan lanjutan tentang Karang Taruna yang ada di desa Sepit Kecamatan Keruak, kami membicarakan kegiatan-kegiatan yang nantinya bisa membawa perubahan di tingkat desa. Seperti yang sudah dihasilkan sebelumnya Karang Taruna Mercusuar Sepit selalu mengadakan pertandingan olah raga baik sepak bola maupun takraw, tidak saja sekitar Lotim tetapi juga bisa mengundang sampai sepulau Lombok.
6
Senin, 24 September 2012
Kantor camat Sakra Barat
Dipimpin Camat Sakra Barat, utusan masing-masing desa berkumpul dalam rangka Rapat PNPM. Yang dirapatkan adalah bagaimana program-program unggulan untuk tahun 2014.
7
Senin, 24 September 2012
Kantor Desa Rensing Raya
Sebagai langkah awal untuk memperbaiki jalan yang rusak, Pemerintah desa Rensing Raya beserta BPD dan LKMD mengadakan musyawarah bersama tokoh masyarakat. Pada kesempatan tersebut kami mengusulkan untuk segera penimbunan jalan yang masih berlubang sehingga pada musim hujan nanti tidak becek dan pengguna jalan lebih merasa man. Lalu kami juga mengusulkan supaya sumbangan tanah itu berasal dari tokoh Rensing Raya dan sudah sukses di luar daerah. Segala biaya penimbunan jalan bersumber dari sumbangan warga Rensing Raya.
8
Sabtu, 29 September 2012
SMA I Aikmel
Bersama guru Seni Budaya se-Lotim. Kita semua merumuskan Pengurus permanen guru Seni Budaya. Setelah kepengurusan terbentuk, selanjutnya diupayakan mengadakan kegiatan bulanan yang dipokuskan pada kegiatan-kegiatan yang akan menopang kreativitas siswa khususnya di tingkat sekolah menengah. Dari sekian banyak guru seni yang ada baik dari guru seni Tari, seni Rupa, maupun teater, masing-masing bisa memberikan kontribusi positif bagi siswa sehingga tidak saja bermanfaat bagi lingkungan sekolah itu sendiri, akan tetapi akan mengangkat nama kabupaten Lombok Timur ke tingkat nasional.
9
Jumat, 5 November 2012
Ruang PLIK Sakra Barat
Dengan ditemani dua orang pemantau dari Kominfo Pusat. Di ruang PLIK Sakra Barat, saya berbincang mengenai perangkat-perangkat yang bisa difungsikan di PLIK. Pada pertemuan tersebut juga yang dipertanyakan apakah PLIK masih bisa beroperasi atau tidak. Secara jelas kami memberikan masukan dan kritikan, bahwa PLIK ini memang bisa beroperasi, akan tetapi karena masyarakat belum ramah terhadap program Linux sehingga pengunjung tidak seramai pengelola warnet. Itu yang menyebabkan PLIK ini hanya bisa difungsikan sebatas menulis berita dan mengakses berita sedangkan untuk pengoperasian program-program lain, masih buta. Kami mengusulkan, sesuai dengan informasi yang ada dari Dishubkominfo Prov. NTB, PLIK ini akan diberikan wewenang penuh kepada KM yang ada, supaya segera ditindaklanjuti dan mengubah program linux dengan program lain.
10
Senin, 8 Oktober 2012
Ponpes Birrul Walidain
Dengan dihadiri 5 Cabang NW di wilayah Selatan pada acara temu pengurus Cabang dengan PD NW Lotim, KM Krens bersama pengurus cabang lain membicarakan persiapan Pilkada dan Pilgub 2013 mendatang. Langkah strategis yang diupayakan adalah menyatukan semua pengurus ranting minimal 3 orang bai dari muslimat mau[pun muslimin untuk bahu membahu untuk menyuksseskan even lima tahunan tersebut.
11
Kamis, 11 Oktober 2012
Aula kantor desa Rensing Bat
Dengan ditemani Kepala Desa RensingBat, saya mengambil inisiatif untuk segera menuntaskan bagaimana pelayanan E-KTP. Meskipun pelayanan masih terkendala kartu keluarga, namun sebaiknya pengambilan gambar untuk KTP tersebut sebaiknya dilakukan 2 tahap sehingga masyarakat yang belum memperbaiki KK-nya bisa diberikan keluangan waktu beberapa hari untuk memperbaiki KK yang masih keliru. Dengan begitu semu pelayanan E-KTP pada masyarakat bisa tuntas dengan baik.
12
Rabu, 17 Oktober 2012
Aula Kantor Desa Rensing Raya
Sebagai langkah strategis pelayanan warga, kami dari BPD desa Rensing Raya mengusulkan supaya memiliki gedung serba guna di tingkat desa. Dengan itu semua aktivitas remaja misalnya saja di bidang olah raga bisa terisi, minimal pada sore hari. Disamping itu bisa difungsikan untuk kegiatan-kegiatan lain di tingkat desa. Usul tersebut disetujui oleh Kepala desa dan tim dari PNPM mandiri Perdesaan di wilayah Sakra Barat meskipun diharapkan bisa terealisasi tahun 2014.
13
Senin. 29 oktober 2012
Rumah pak Amin
Bersama tokoh masyarakat Tibu Jae, saya sebagai salah seorang pengurus di Musholla Nurul Qolbi mengusulkan untuk segera merenovasi musholla yang sudah sekian tahun terpakai. Tentunya renovasi tersebut bisa berjalan apabila semua elemen masyarakat terutama masyarakat Tibu Jae untuk kompak dan berbuat untuk menuntaskan renovasi tersebut. Usulan bersama pembagain kupon merupakan alternatif yang paling tepat untuk penuntasan renovasi musholla yang sudah lama sekali berdiri ini.

Ketua,                                       Sekretaris,

Muhammad Amin, S.Pd.          Saifuddin Zuhri,S.Pd.

Sunday, October 28, 2012

SEMANGAT SUMPAH PEMUDA TIDAK BOLEH LUNTUR

0 komentar

Krens Lotim. Sumpah pemuda merupakan janji setia para pejuang negeri ini terutama generasi muda dalam mempersatukan negeri ini menjadi satu kesatuan yang utuh. 

Peringatan sumpah pemuda seharusnya menjadikan kita mengingat kembali bagaimana para pejuang kita dalam membela negeri ini sampai titik sdarah penghabisan. 

Di Pondok Pesantren Birrul Walidain NW Rensing Kecamatan Sakra Barat  Lombok Timur, apel peringatan sumpah pemuda digelar dihalaman Yayasan Pondok Pesantren dengan diikuti ratusan santri dan dewan guru dari tingkat RA/ TK sampai ketingjkat SMA/ MA pada tanggal 28 Oktober 2012. 

Bertindak selaku pembina upacara  Ramli Maksum, M. Pd. I. salah seorang pengurus Pondok Pesantren. Dalam sambutannya beliau memberikan dorongan kepada seluruh santri bagaimana mengenang para pejuang kita sehingga mampu membuat Indonesia tercinta menjadi sebuah negara yang bersatu. 

Kita sekarang berada dalam situasi sudah merdeka, kita tinggal melaksanakan apa yang menjadi amanat Undang - undang, tegas Ramli. 

"Sumpah Pemuda adalah sebuah tekad membangun visi dan fondasi berbangsa untuk melupakan ego mayoritas - minoritas dan menepiskan kepentingan lokal, organisasional, etnis, agama dan lain-lain, bersiteguh bersama menentang ketidakadilan, diskriminasi, dehumanisasi, eksploitasi yang saat itu mewujud dalam bentuk kolonialisme," paparnya.

Dipaparkan, spirit Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 itu, juga beriring dan disusul 2 bulan kemudian dengan terjadinya Kongres Wanita Indonesia Pertama, 22 Desember 1928, dengan spirit yang sama, bahwa keberagaman bisa menjadi kekuatan untuk menjadikan nusantara merdeka dari penindasan dalam bentuk apapun dan menggeliat bukan hanya penindasan terhadap bangsa Indonesia, tetapi melangkah satu tahap lagi untuk menentang penindasan terhadap perempuan yang kerap tenggelam dalam agenda nasionalisme yang lebih besar.
 
Menurutnya, berbahasa satu, berbangsa satu, dan bertanah air satu, bukan dimaksudkan untuk penyeragaman, tetapi justru bersatu dalam keberagaman. Dari janji ini, lahirlah Indonesia yang hari ini dihuni oleh lebih 207 juta penduduk dari lebih 300 kelompok etnis dengan lebih dari 800 bahasa lokal dan dialek.

"Janji ini kembali dikuatkan lewat amandemen konstitusi, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan diperteguh dengan jaminan bagi pemenuhan hak-hak asasi manusia," pungkasnya.

 Mudahan semangat sumpah pemuda tidak hanya mampu diucapkan, tetapi lebih dari itu harus mampu kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. (MA).

 


Ketua RT Sekaligus Pembuang Sampah


Suhardi yang Sedang Siap Mengantar Sampah
Krens Lotim.Jabatan terkadang tidak membuat seseorang menjadi minder untuk melakukan perbuatan yang dianggap rendah oleh sebagian orang. Meski mendapatkan keuntungan, tidak banyak orang yang mau mengerjakan sesuatu bila pekerjaan itu dianggap pekerjaan orang yang tak berada. Lain halnya dengan Suhardi, Ketua RT di Gubug Dangah desa Rensing Raya ini meskipun menjadi ketua RT di tempatnya, ia enjoy-enjoy saja menjalankan aktifitasnya setiap sore. Pagi hari ia menjadi tukang parkir di Puskesmas Rensing sampai jam kerja selesai, zuhur ia istirahat, sedangkan sore ia berkeliling ke rumah penduduk dengan sepeda motor tuanya, mencari bungkusan sampah yang akan ia buang ke tempat pembuangan sampah. Pekerjaan ini rutin ia lakukan meskipun ia dibayar Rp1000,- per kantong. Namun Suhardi mengatakan pekerjaan ini meskipun mendapatkan seribu rupiah perkantong, ia sangat bersyukur karena dengan begitu ia bisa membiayai 2 orang anaknya yang lagi sekolah di tingkat sekolah dasar.

Suhardi memang sebuah ikon suami pekerja keras yang juga taat beribadah. Bila ada waktu ia segera ke masjid untuk mengumandangkan azan dan menunaikan shalat berjamaah. Pekerjaan yang setiap hari ia lakukan dan memperoleh keuntungan membuatnya semakin semangat untuk berdo’a dan selalu berusaha sehingga mendapat ridho Yang Maha Kuasa. Kadang sehari ia mendapatkan sepuluh ribu atau bahkan dua puluh ribu rupaih setiap hari dari hasil membuang sampah tergantung dari banyaknya sampah yang ia buang. Perilakunya patut dicontoh.Bila ada 1000 orang saja yang mau seperti Suhardi, sampah tidak akan berserakan di kampung-kampung.(SZ)

Saturday, October 27, 2012

MUSHALLA NURUL QALBI DIRENOVASI DENGAN SWADAYA MURNI MASYARAKAT



Krens Lotim. Sejak berdiri tahun 1979 yang lalu, Mushalla Nurul Qalbi Tibu Jae desa Rensing Bat Kecamatan Sakra Barat hanya pernah mengalami rehab ringan pada tahun 1985. Kini sudah menjadi keputusan musyawarah jamaah yang dilaksanakan tadi malam (27/10) bertempat di Mushalla memutuskan akan merenovasi total yang  direncanakan  dua tingkat. 

Keputusan ini merupakan keputusan final setelah mengalami penundaan selama 2(dua) tahun yang disebabkan kekurangan dana dan kesibukan masyarakat, namun kali ini sudah menjadi kesepakatan bersama harus direnovasi total. 

H. Shafwan Thahir, SS. selaku ketua mushalla sekaligus panitia pembangunan mengatakan kalau rencana renovasi ini sebenarnya sudah mulai direncanakan jauh hari sebelum musyawarah ini, namun beberapa kendala yang kita alami maka baru kali ini kata sepakat dicapai. 

Mushalla ini sebenarnya sudah tidak layak pakai kalau kita lihat kondisi didalamnya, lihat saja pada saat hujan turun, disana sini terjadi kebocoran, belum lagi temboknya banyak yang jebol, jelas panitia pembangunan saat memimpin rapat bersama jamaahnya. 

Beberapa aspirasi yang masuk mengenai rencana ini, ada yang mencoba memberikan masukan kalau mushalla tidak usah dirobohkan, kita cukup mendirikan tiang pancang saja, ada juga yang mengatakan kita bongkar saja semua, dan sebagainya. 

Namun kesepakatan jamaah mengatakan renovasi total untuk program jangka menengah dengan pembagian kupon jatah kepada masyarakat dari kelas I sampai III ( antara satu juta sampai lima ratus ribu rupiah ). 

Muhammad Ihsan selaku disigner menaksir anggaran yang dibutuhkan untuk renovasi ini sekitar Rp 500.000.000,- ( lima ratus juta rupiah ) yang diharapkan nantinya bersumber dari sebagian besar uluran tangan jamaah.

Diharapkan rencana ini bisa berjalan sesuai rencana dan tidak luput dukungan dari semua pihak yang peduli akan kemajuan agama. (MA).


Friday, October 26, 2012

RSU Raden Sudjono Pun Ikut Ngurban




Krens Lotim. Semarak Idul Adha diberbagai tempat diwarnai dengan penyembelihan hewan kurban. Sesuai dengan namanya Idul Qurban, semua ummat muslim yang memiliki kemampuan menyembelih hewan kurban untuk dibagikan kepada masyarakat. Hal ini mengambil pelajaran hikmah nabi Ibrahim yang diperintah Allah menyembelih anaknya Nabi Ismail a.s. yang digantikan oleh Allah dengan seekor gibas/kambing. Pelajaran ini menandakan pengurbanan dalam menjalani kehidupan di dunia ini juga diharapkan mau dan rela  berbagi dengan sesama, menyantuni pakir miskin, saling menghargai dan selalu bersatu seperti yang di simbolkan oleh jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah. Jutaan ummat Islam dari seluruh dunia berkumpul untuk menampakkan syiar dan persatuan sesama saudara semuslim meskipun dari latar yang berbeda-beda.
Di tanah air, mulai dari Presiden, para pejabat sampai masyarakat bawah pun juga mengalirkan darah hewan kurban sebagai penebus dosa yang pernah dikerjakan dan mudah-mudahan mendapatkan ampunan. Tidak mau ketinggalan, Rumah Sakit Umum Raden Sudjono Selong Lombok Timur juga menyembelih 2 ekor sapi untuk dikurbankan. Daging kurban tersebut lalu dibagikan kepada masyarakat  sesuai dengan catatan panitia kurban. Pagi-pagi sekali setelah turun hari raya di masjid Al-Mujahidin Selong, petugas sudah menyiapkan 2 ekor sapi yang akan dipotong. Pas jam 08.000 pagi, shalat Idul Adha tuntas, lalu kurban pun dilaksanakan. Pembelian hewan kurban bersumber dari donatur pejabat RSU Raden Sudjono Selong. Semoga niat baik berbalas baik oleh Yang Maha Kuasa.(SZ)

QURBAN SEBAGAI UPAYA TAQARRUB KEPADA ALLAH


Krens Lotim. Setiap apa yang diperintahkan oleh Allah  pastilah mengandung makna, bukan hanya filsafat yang hampa apalagi sandiwara yang sia-sia. Dia akan membuahkan nilai-nilai yang berguna baik bagi pribadi dan masyarakat apabila dilaksanakan secara benar sesuai dengan tuntunan-Nya. Marilah kita renungi makna yang terkandung dalam qurban ini.

Sebagaimana kita ketahui ibadah qurban ini bermula dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim agar menyembelih putranya semata wayang Nabi Ismail as. Dalam hal ini digambarkan oleh sebuah hadits sebagai berikut:
“Para sahabat bertanya, “apakah maksud qurban ini?” Beliau menjawab, “Sunnah Bapakmu, Ibrahim.” Mereka bertanya, “apa hikmahnya bagi kita?” Beliau menjawab, “Setiap rambutnya akan mendatangkan satu kebaikan.” Mereka bertanya, “Apabila binatang itu berbulu?” Beliau menjawab, “Pada setiap rambut dari bulunya akan mendatangkan kebaikan” (HR. Ahmad).
ketua panitia sedang membuka acara penyembelihan
Setelah tua Ibrahim menjadi kesepian. Sebagai manusia ia ingin mempunyai anak. Istrinya mandul sedang ia sendiri telah berusia seabad lebih. Ia tidak berpengharapan. Ia hanya dapat mendambakan. Allah akhirnya melimpahkan karunia-Nya kepada lelaki tua ini karena ia telah mengabdikan seluruh hidupnya dan karena ia telah menanggungkan penderitaan demi menyebarluaskan syari’at-Nya. Melalui hamba perempuannya yang hitam dari Ethiopia yang bernama Hajar, Dia mengaruniai Ibrahim dengan seorang putra, Ismail. Allah berfirman:
Maka Kami gembirakan dia dengan seorang anak yang sangat penyantun” (QS. Ash-Shaffat: 101).
Ismail bukanlah hanya seorang putra bagi ayahnya. Ismail adalah buah dambaan Ibrahim seumur hidupnya. Sebagai seorang putra tunggal dari seorang lelaki tua yang telah menanggungkan penderitaan berkepanjangan. Ismail adalah yang paling dicintai oleh ayahnya. Namun tanpa diduga, Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya, harapan dan dambaan hidupnya yang paling dicintai itu.
Betapa goncang jiwa Ibrahim ketika menerima perintah ini. Setelah perintah itu ia sampaikan kepada anaknya dan anaknya menerimanya, akhirnya kedua hamba Allah ini pasrah melaksanakan perintah Allah ini. Allah menggambarkan peristiwa yang sangat dramatis ini dengan firman-Nya:
“Tatkala keduanya telah pasrah dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya. Dan Kami panggil dia. “Hai Ibrahim, kamu telah membenarkan mimpi (perintah) itu, sesungguhnya demikianlah Kami membalas kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS. Ash-Shaffat: 102)
Kemudian Allah menebus Ismail dengan seekor sembelihan yang besar dan inilah yang diabadikan dengan syari’at qurban hingga saat ini.
Jadi qurban adalah perlambang kesediaan seseorang untuk mengorbankan barang yang paling dicintai dalam rangka mengabdikan diri di jalan Allah.
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya” (QS. Saba: 39).

Bertolak dari uraian di atas, masyarakat desa Rensing  Bat dengan sukarela mengumpulkan para donatur untuk hewan qurban jauh hari sebelum dilaksanakannya qurban pada hari ini, Sabtu, 27 Oktober 2012. 

Ust. HM. Shafiyan Hadi, S. Ag. selaku  ketua panitia menyebutkan jumlah korban hari ini yaitu 1 ( satu ) ekor sapi dan 9 ( sembilan ) ekor kambing. Ini sebagai upaya mempersatukan masyarakat dalam kegotongroyongan atau kebersamaan yang dimulai dengan ritual keagamaan seperti qurban saat ini, jelasnya saat dikonfirmasi tim KM. 

Sementara Kepala desa Rensing Bat hanya mampu memberikan dukungan moril, kami belum bisa memberikan dalam bentuk barang karena situasi desa saat ini masih sangat banyak kebutuhan terutama pembangunan kantor desa yang sampai saat ini masih belum rampung 100%, kata M. Hilmi, SE disela penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan masyarakat di depan Masjid Nurul Islam Rensing Bat. 

Semoga kebersamaan ini sebagai bagian dari ibadah yang kemudian akan berlanjut sampai anak cucu keturunan kita nantinya. Amin. (MA).

Tak Dapat PLPG, Ramai-Ramai Pindah ke PPG

0 komentar
Krens Lotim.
Sebagain Guru yang Mengisi Persyaratan PPG di Teras Kemenag Lotim

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru ( PLPG ) yang tujuh tahun terakhir sudah berlangsung dijalankan pemerintah memberikan angin segar bagi guru di Lombok Timur bahkan semua guru yang minimal sudah sarjana strata satu. Pasalnya tunjangan bagi guru yang sudah disertifikasi yang dihitung tiap bulan tersebut, memberikan dampak tersendiri bagi kemajuan pendidikan. Para guru lebih semangat untuk mengabdikan diri bagi bangsa dan Negara. Di pelosok-pelosok desa setiap mahasiswa jurusan kependidikan apabila telah wisuda akan segera mencari tempat mengabdi guna terdaftar sebagai guru dan pada akhirnya nanti bisa mendapatkan sertifikasi.
Ditengah gencarnya perburuan guru sertifikasi, pada tahun ini pemerintah pusat ( Direktorat Pendidikan Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam) tahun 2012/2013 akan menyelenggatakan program Pendidikan Profesi Guru (PPG).membuka program PPG ( Pendidikan Profesi Guru ) yang diperuntukkan bagi guru yang belum tersertifikasi sampai tahun 2012 ini. PPG ini bisa diikuti dengan mengikuti pendidikan di berbagai perguruan tinggi ternama yang sudah ditunjuk Kementerian Agama selama 2 semester. Apabila sudah dianggap lulus, maka mahasiswa yang mengikuti PPG tersebut berhak menerima sertifikat pendidik sebagaimana sertifikat bagi guru yang sudah menempuhnya melalui PLPG.
Berikut nama perguruan tinggi penyelenggara PPG yang dikutip dari website kemenag RI. www.kemenag.go.id tentang Penetapan PTAI Penyelenggara PPG Tahun 2012
1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
1 Pendidikan Bahasa Arab
2 Pendidikan Qur'an Hadis
3 Pendidikan SKI
4 Pendidikan Fiqh/Ushul Fiqh
2. UIN Sunan Gunung Djati Bandung
1 Pendidikan Akidah-Akhlak
2 Pendidikan Qur'an Hadis
3 Pendidikan Guru MI (PGMI)
3. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
1 Pendidikan Guru MI (PGMI)
2 Pendidikan SKI
3 Pendidikan Fiqh/Ushul Fiqh
4  Pendidikan Fiqh/Ushul Fiqh
Pendidikan Guru MI (PGMI)
5 Pendidikan Qur'an Hadis
Pendidikan Guru MI (PGMI)
4. UIN Sultan Alauddin Makassar
1 Pendidikan Bahasa Arab
2 Pendidikan Fiqh/Ushul Fiqh
3 Pendidikan Akidah-Akhlak
5. IAIN Sunan Ampel Surabaya
1 Pendidikan Bahasa Arab
2 Pendidikan Guru MI (PGMI)
3 Pendidikan Qur'an Hadis
6.  IAIN Ar-Raniry Banda Aceh
1 Pendidikan Bahasa Arab
2 Pendidikan Guru MI (PGMI)
3 Pendidikan Fiqh/Ushul Fiqh
7. IAIN Sumatera Utara
1 Pendidikan Akidah-Akhlak
2 Pendidikan Qur'an Hadis
8. IAIN Raden Fatah Palembang
 1 Pendidikan SKI
2 Pendidikan Guru MI (PGMI)
3 Pendidikan Bahasa Arab
9. IAIN Raden Intan Lampung
1 Pendidikan Bahasa Arab
2 Pendidikan Qur'an Hadis
3 Pendidikan Fiqh/Ushul Fiqh
10 IAIN Walisongo Semarang
1 Pendidikan Qur'an Hadis
2 Pendidikan Akidah-Akhlak
3 Pendidikan Fiqh/Ushul Fiqh
4 Pendidikan Guru MI (PGMI)
11. IAIN Antasari Banjarmasin
1 Pendidikan Bahasa Arab
2 Pendidikan Fiqh
12. IAIN Syech Nurjati Cirebon
1 Pendidikan Bahasa Arab
2 Pendidikan Akidah-Akhlak
13. IAIN Mataram
1 Pendidikan Fiqh/Ushul Fiqh
2 Pendidikan Bahasa Arab
13. STAIN Tulungagung
1 Pendidikan Qur'an Hadis
14. STAIN Jember
1 Pendidikan Bahasa Arab
Informasi tersebut serentak membuat guru-guru yang belum tersertifikasi segera membuat persyaratan sesuai arahan dan informasi lanjutan dari seksi Mapenda Kemenag Lotim. (SZ)

Monday, October 22, 2012

GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT : ”TIDAK BENAR ISU PENCULIKAN ANAK, MASYARAKAT JANGAN TERPROVOKASI”

0 komentar
Krens Lotim.
SIARAN PERS
Senin, 22 Oktober 2012

GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT :
”TIDAK BENAR ISU PENCULIKAN ANAK, MASYARAKAT JANGAN TERPROVOKASI”

Atensi khusus diberikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. TGH. M. Zainul Majdi terkait dengan maraknya isu gangguan kamtibmas di NTB, khususnya yang dalam beberapa hari terakhir terjadi di Pulau Lombok, yaitu isu penculikan anak yang diwarnai dengan aksi penghakiman massa. Meski sedang menunaikan ibadah haji, Gubernur NTB tetap memonitor dan memantau perkembangan di daerah, serta memberikan arahan kepada jajaran pemerintah di NTB.
“Saya sudah mengontak seluruh Bupati/Walikota se Pulau Lombok, dan meminta kepada mereka menegaskan bahwa isu penculikan bayi dan anak itu TIDAK BENAR. Isu yang dilepas adalah bagian dari upaya untuk mengadu domba masyarakat. Masyarakat jangan terprovokasi oleh berbagai isu tersebut, apalagi sampai berbuat anarkhis”, papar Gubernur NTB.
Lebih lanjut Gubernur NTB meminta agar pihak kepolisian hadir dengan kekuatan penuh untuk mengembalikan kemananan dan ketertiban masyarakat. Kepolisian agar sungguh-sungguh dan all out dalam penanganan dan penyelesaian permasalahan. “Kepolisian harus lebih kuat lagi untuk menangani isu-isu tersebut, karena bila tidak, maka eskalasinya bisa meningkat, seiring dengan semakin kuatnya upaya oknum tertentu untuk terus menebar isu tersebut untuk mengadu domba masyarakat NTB”.
Gubernur NTB menyebutkan, setidaknya ada dua hal yang harus menjadi perhatian pihak kepolisian saat ini, yaitu :
1. segera ada tindakan-tindakan nyata untuk menjaga keamanan daerah, mengembalikan rasa aman masyarakat, serta menjaga jiwa dan harta bendanya;
2. segera lakukan penyelidikan secara profesional untuk mengetahui oknum yang terlibat, mengejar dan menangkapnya.
Dalam kaitan ini, Gubernur NTB telah meminta Wakil Gubernur NTB untuk mengkoordinasikan semua perangkat pemerintahan, termasuk KOMINDA untuk merespon dan memulihkan rasa aman masyarakat. Bahkan semua jajaran SKPD diminta untuk turun ke masyarakat, serta mengoptimalkan penggunaan berbagai media yang ada dalam memberi penegasan kepada masyarakat terkait ketidakbenaran isu tersebut, dan upaya adu domba yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab. Melalui jalur lain, Gubernur NTB juga meminta bantuan para Tuan Guru dan Tokoh Masyarakat untuk ikut menjelaskan kepada masyarakat terkait hal tersebut.
“Kita sedang diadu domba oleh oknum-oknum tertentu”. “Kita lawan adu domba tersebut dengan cara mengklarifikasi bahwa isu tersebut TIDAK BENAR, dengan tetap menjaga kekompakan, serta tidak terpengaruh dengan isu-isu tersebut”. “Jangan sampai terprovokasi dan melakukan aksi anarkhis, karena ini yang diinginkan oleh oknum-oknum tersebut”, Jelas Gubernur NTB.
“Optimalkan Siskamling dan tingkatkan kewaspadaan terhadapnya isu yang digulirkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, namun jangan menempatkan kecurigaan yang berlebihan”. “Hubungi aparat kepolisian terdekat jika ada indikasi yang mencurigakan dan serahkan penanganannya kepada jajaran kepolisian”. “Masyarakat jangan melakukan penghakiman sendiri”. “Sekali lagi saya tegaskan bahwa tidak ada penculikan anak dan lain-lain”, pungkas Gubernur NTB.
Selanjutnya, dalam jumpa pers dengan wartawan di kantornya, Wakil Gubernur NTB – Ir. H. Badrul Munir, M.M, yang didampingi Kepala Bakesbangpoldagri (H. Nasibun, SH, MTP) dan Asisten Tatapraja dan Aparatur (Drs. H. Ridwan Hidayat) menyampaikan bahwa : “isu tersebut sangat tidak bertanggungjawab, meresahkan masyarakat, dan mengganggu stabilitas daerah. Oleh karena itu saya sampaikan bahwa isu tersebut secara terus-menerus kita ikuti dan telusuri, kita ikuti perkembangannya sekaligus kita telusuri sumbernya. Pemerintah Daerah melihat isu ini merupakan upaya mengadu domba masyarakat, upaya untuk menciptakan kekacauan di NTB”.
“Kami telusuri terus isu tersebut, karena tidak ada isu yang tidak ada sumbernya - tidak ada asap kalau tidak ada api. Isu yang sangat menyesatkan ini tentunya ada aktor-aktor yang bermain dibelakang. Pemerintah Provinsi NTB bersama-sama aparat keamanan dan seluruh unsur pemerintah lainnya tetap kompak, untuk menelusuri isu ini sekaligus juga untuk mencegah terjadinya konflik ditengah masyarakat, dan isu ini tidak boleh berkembang”, jelas Wakil Gubernur NTB.
Lebih lanjut, Wakil Gubernur NTB mengungkapkan : “Kami sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan juga Pemerintah Kabupaten/Kota, supaya menyebarluaskan, memberitahukan kepada masyarakat, bahwa sesungguhnya isu yang berkaitan dengan santet, penculikan bayi, dan isu SARA, tidak boleh kita biarkan. Kita tidak ingin isu-isu ini dijadikan alat oleh orang-orang tidak bertanggungjawab yang memiliki agenda-agenda khusus, yang tidak menginginkan NTB kondusif, yang tidak ingin NTB pembangunannya berjalan dengan baik”.
“Kita sadari bersama, kita sekarang sedang berikhtiar. Pemerintah bersama seluruh masyarakat sedang membangun daerah ini. Kita sedang berada pada semangat membangun. Kita berada pada capaian-capaian pembangunan yang mengarahkan kita pada peningkatan-peningkatan yang cukup menggembirakan”. “Jangan sampai kita terprovokasi sebagaimana diinginkan oknum-oknum tersebut. Jaga kekompakan kita. Teman-teman media juga berkontribusi dalam menciptakan kondusifitas daerah. Beritakan yang patut diberitakan”, harap Wakil Gubernur NTB.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat,

TRI BUDIPRAYITNO
NIP. 19681016 198803 1 003

Penting Shobat!

Wednesday, November 7, 2012

"DI" ORANG ANEH YANG TAKUT BAJU


Krens Lotim. Di, begitulah panggilang akrab salah seorang warga dusun Menuntut desa Rensing Kecamatan Sakra Barat ini.

Kesehariannya bekerja sebagai buruh tani dan punya pekerjaan tetap. Ia bekerja dari sawah ke sawah orang untuk mencukupi kebutuhan hidup bersama istri dan anaknya. 

Usianya yang menghampiri 80 tahun ini, ia masih rajin bekerja walau terkadang sakit - sakitan. Tidak ada kata malas pada dirinya, setiap hari harus berjalan mencari rizki. 

Kulitnya hampir mengkerut dimakan usia dan terlihat seperti terbakar oleh sengatan sinar matahari setiap hari, namun semangatnya tinggi dan tidak kalah dengan para remaja. 

Ada yang aneh dari penampilan " DI " selama hidupnya. Dia tidak pernah mengenakan baju. Bukannya tidak punya, tetapi ketika memakai baju, badan terasa panas dan tidak nyaman sehingga harus melepas baju dari badannya. 

Dalam sejarah hidupnya, ia hanya pernah mengenakan baju pada waktu belajar KF ( Keaksaraan Fungsional ). Pada saat itu diinformasikan oleh tutornya bahwa pada hari itu ada kunjungan pak Camat ke kelompoknya sehingga ia mengenakan baju dan itupun tidak lama, setelah kunjungan berakhir iapun membuka baju. 

Pada saat shalat Jum'atpun ia menggunakan handuk sebagai penutup badan dan sapu' yang melilit di kepalanya. 

H. Bakar Hamzah, salah seorang tokoh agama di dusun Menuntut yang selalu memperhatikan "DI" dalam kesehariannya mengatakan ; " dia memang tidak pernah memakai baju secara tetap, bukannya tidak mampu membelinya atau tidak punya dan sebagainya, tetapi dia merasa tidak nyaman menggunakan baju", tuturnya pada tim KM. 

Sementara "DI " sendiri juga membenarkan apa yang disampaikan tetangga dan kerabatnya yang mengatakan dirinya tidak bisa pakai baju karena badannya terasa panas kalau menggunakan baju. (MA)

Tuesday, November 6, 2012

PNPM-GSC ADAKAN PENYULUHAN KADER POSYANDU DESA RENSING BAT



Krens Lotim. Program pemerintah baik pusat maupun daerah mengutamakan beberapa indikator termasuk kesehatan. 

Sebagai langkah awal peningkatan pengetahuan bagi kader Posyandu di wilayah Desa Rensing Bat, pihak PNPM GSC kembali menggelar pelatihan, Rabu (07/11/2012) di rumah Kepala Dusun Lepok desa Rensing Bat. 

Pelatihan khusus bagi kader-kader posyandu yang diikuti 70 orang tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang kesehatan ibu hamil dan bayi. Ini penting dilakukan karena memang sudah menjadi kewajiban bagi para kader untuk mengetahuinya.

Kepala Desa Rensing Bat mengatakan, pelatihan kader posyandu yang diselenggarakan bekerja sama dengan pihak Puskesmas Rensing. 

Selama pelatihan ini berlangsung, pihaknya berharap agar para kader yang di utus oleh Pemerintah Dusun untuk mengikuti kegiatan pelatihan dimaksud, agar mengikutinya dengan serius,tekun,tertib dan lancar, sehingga ilmu yang di peroleh dari para narasumber dapat dimiliki sebagai bekal dalam menjalankan tugas sebagai tenaga yang menangani Posyandu.

Dikatakan Muhammad Hilmi, SE, pelatihan kader posyandu ini penting dilakukan karena masih banyak kader-kader posyandu wilayah ini yang belum faham bagaimana cara mengatasi penanganan dalam bidang kesehatan, terutama kesehatan ibu hamil dan bayi. Selain itu, katanya, pengetahuan para kader selama ini masih dirasakan sangat kurang, sebagian hanya mampu mengisi KIA saja.

Kepada para narasumber yang terdiri dari para bidan yang berasal dari Puskesmas Rensing, Muhammad Hilmi, SE mengucapkan terima kasih atas kerja sama ini, dan insya Allah untuk tahap berikutnya kita akan mengadakan posyandu khusus bagi LANSIA, katanya. 

Harapan yang sama juga datangnya dari tokoh masyarakat desa Rensing Bat “Saya, selaku ktua LKMD berharap semoga prestasi yang dimiliki oleh para kader dan PK (Pelaksana Kegiatan) selama ini bisa dipertahankan dan jika perlu ditingkatkan lebih baik lagi,” Jelas H. Zainal Muttaqin pada saatpelaksanaan acara. (MA).


Monday, November 5, 2012

"Tombok" Sang Penunggu Kantor Desa


Krens Lotim. “Tombok” sebutannya begitu. Nama aslinya Nursiah. Seorang pria tua penunggu kantor desa yang sepanjang malam menghabiskan waktunya untuk menjalani tugas  yang telah diberikan kepadanya. Separuh hidupnya ia jalani sendiri tanpa seorang istri  dan seorang anakpun. Kehidupan pribadinya yang serba kekurangan menjadikannya begitu memprihatinkan. Ia terkadang diantarkan makanan ke kantor desa tempat ia diberi tugas atau berkeliling ke sanak keluarga sekedar untuk mengisi perut ketika lapar mulai menjelma. Kantor Desa Rensing Raya yang ia tempati, disudut ruang kecil beralaskan tikar daun pandan, tiap malam tertidur berteman angin malam yang gerah atau dingin, berselimut sepi hanya sepi menemani.

Kehidupan Tombok yang kian tidak menentu, kala ia lelah terkadang membuatnya tertidur dimana saja ia mau. Namun yang perlu kita tiru, sedikitpun ia tidak pernah mengeluh atau berputus asa. Penghasilan yang diberikan dari desa sekedarnya, ia terima dengan syukur dan selalu menjalankan tugasnya dengan baik. Ia memang pernah kawin, akan tetapi dari perkawinannya ia tidak mendapatkan anak dan perkawinannya tidak langgeng. Entah apa sebabnya dari lima kali ia melangsungkan perkawinan, semuanya berakhir dengan perpisahan. Kini ia hidup sendiri meski ia tiada merasa rendah diri. Ia tetap semangat dan mau berbuat setidaknya untuk desanya. ( SZ)

Saturday, November 3, 2012

LAMOT KM KRENS BULAN SEPTEMBER-OKTOBER 2012


               LAPORAN BULANAN KM KRENS
              BULAN SEPTEMBER-OKTOBER 2012

No
Hari tgl
tempat
Acara
1

Jumat, 7 September 2012

Dishubkominfo Kab. Lotim

Diterima di ruang tamu Kepala Dishubkominfo Kab. Lotim KM.Krens berembug bersama persiapan mengikuti Jambore Kampung Media yang akan di pusatkan di Mataram. Banyak yang kami rumuskan kaitannnya dengan persiapan KM yang ada di Lombok Timur untuk bisa sukses bersaing dengan KM lain. Pada waktu itu dihasilkan pembentukan Kampung Media Center yang nantinya akan dipusatkan di Selong.
2
Senin, 10 September 2012
Di sawah
Bersama para petani tembakau di daerah Rensing Bat, kami membicarakan DBHCT. Dengan keadaan tembakau yang pada saat ini tidak begitu memuaskan, tentunya yang kami harapkan DBHCT itu juga bisa mengobati perasaan para petani. Kami menyepakati untuk selalu kompak dan bersatu serta selalu kerjasama untuk meningkatkan pertanian untuk menopang kehidupan keluarga, tidak saja melalui penanaman tembakau akan tetapi pananaman palawija dll.
3
Selasa, 13 September 2012
Ruang Konferda
Bersama utusan dari setiap kecamatan di Lombok Timur, masing-masing Anak Cabang mengutus 2 orang anggota. Kami berkumpul untuk menuntaskan  pemilihan ketua PW NW 2012-2017
4
Sabtu, 15 September 2012
Hotel Lombok Raya
Bersama KM se-NTB, masing-masing kami memaparkan program di hadapan dewan juri kaitan dengan program yang sudah dicanangkan oleh Kampung Media yang sudah terbentuk, baik yang dibentuk tahun 2009 maupun yang 2010 lalu, sedangkan yang masih baru belum mendapatkan panggilan. Kami sangat termotivasi dengan event tersebut karena setelah kami berkumpul bersama, begitu banyak pengalaman berharga yang kami dapatkan sehingga ada motivasi tersendiri bagi kami untuk terus aktif mengelola kampung media ini ke arah yang lebih baik.
5
Selasa, 18 September 2012
Di Sepit, Rumah Hasmawadi
Saat melaksanakan acara pertemuan lanjutan tentang Karang Taruna yang ada di desa Sepit Kecamatan Keruak, kami membicarakan kegiatan-kegiatan yang nantinya bisa membawa perubahan di tingkat desa. Seperti yang sudah dihasilkan sebelumnya Karang Taruna Mercusuar Sepit selalu mengadakan pertandingan olah raga baik sepak bola maupun takraw, tidak saja sekitar Lotim tetapi juga bisa mengundang sampai sepulau Lombok.
6
Senin, 24 September 2012
Kantor camat Sakra Barat
Dipimpin Camat Sakra Barat, utusan masing-masing desa berkumpul dalam rangka Rapat PNPM. Yang dirapatkan adalah bagaimana program-program unggulan untuk tahun 2014.
7
Senin, 24 September 2012
Kantor Desa Rensing Raya
Sebagai langkah awal untuk memperbaiki jalan yang rusak, Pemerintah desa Rensing Raya beserta BPD dan LKMD mengadakan musyawarah bersama tokoh masyarakat. Pada kesempatan tersebut kami mengusulkan untuk segera penimbunan jalan yang masih berlubang sehingga pada musim hujan nanti tidak becek dan pengguna jalan lebih merasa man. Lalu kami juga mengusulkan supaya sumbangan tanah itu berasal dari tokoh Rensing Raya dan sudah sukses di luar daerah. Segala biaya penimbunan jalan bersumber dari sumbangan warga Rensing Raya.
8
Sabtu, 29 September 2012
SMA I Aikmel
Bersama guru Seni Budaya se-Lotim. Kita semua merumuskan Pengurus permanen guru Seni Budaya. Setelah kepengurusan terbentuk, selanjutnya diupayakan mengadakan kegiatan bulanan yang dipokuskan pada kegiatan-kegiatan yang akan menopang kreativitas siswa khususnya di tingkat sekolah menengah. Dari sekian banyak guru seni yang ada baik dari guru seni Tari, seni Rupa, maupun teater, masing-masing bisa memberikan kontribusi positif bagi siswa sehingga tidak saja bermanfaat bagi lingkungan sekolah itu sendiri, akan tetapi akan mengangkat nama kabupaten Lombok Timur ke tingkat nasional.
9
Jumat, 5 November 2012
Ruang PLIK Sakra Barat
Dengan ditemani dua orang pemantau dari Kominfo Pusat. Di ruang PLIK Sakra Barat, saya berbincang mengenai perangkat-perangkat yang bisa difungsikan di PLIK. Pada pertemuan tersebut juga yang dipertanyakan apakah PLIK masih bisa beroperasi atau tidak. Secara jelas kami memberikan masukan dan kritikan, bahwa PLIK ini memang bisa beroperasi, akan tetapi karena masyarakat belum ramah terhadap program Linux sehingga pengunjung tidak seramai pengelola warnet. Itu yang menyebabkan PLIK ini hanya bisa difungsikan sebatas menulis berita dan mengakses berita sedangkan untuk pengoperasian program-program lain, masih buta. Kami mengusulkan, sesuai dengan informasi yang ada dari Dishubkominfo Prov. NTB, PLIK ini akan diberikan wewenang penuh kepada KM yang ada, supaya segera ditindaklanjuti dan mengubah program linux dengan program lain.
10
Senin, 8 Oktober 2012
Ponpes Birrul Walidain
Dengan dihadiri 5 Cabang NW di wilayah Selatan pada acara temu pengurus Cabang dengan PD NW Lotim, KM Krens bersama pengurus cabang lain membicarakan persiapan Pilkada dan Pilgub 2013 mendatang. Langkah strategis yang diupayakan adalah menyatukan semua pengurus ranting minimal 3 orang bai dari muslimat mau[pun muslimin untuk bahu membahu untuk menyuksseskan even lima tahunan tersebut.
11
Kamis, 11 Oktober 2012
Aula kantor desa Rensing Bat
Dengan ditemani Kepala Desa RensingBat, saya mengambil inisiatif untuk segera menuntaskan bagaimana pelayanan E-KTP. Meskipun pelayanan masih terkendala kartu keluarga, namun sebaiknya pengambilan gambar untuk KTP tersebut sebaiknya dilakukan 2 tahap sehingga masyarakat yang belum memperbaiki KK-nya bisa diberikan keluangan waktu beberapa hari untuk memperbaiki KK yang masih keliru. Dengan begitu semu pelayanan E-KTP pada masyarakat bisa tuntas dengan baik.
12
Rabu, 17 Oktober 2012
Aula Kantor Desa Rensing Raya
Sebagai langkah strategis pelayanan warga, kami dari BPD desa Rensing Raya mengusulkan supaya memiliki gedung serba guna di tingkat desa. Dengan itu semua aktivitas remaja misalnya saja di bidang olah raga bisa terisi, minimal pada sore hari. Disamping itu bisa difungsikan untuk kegiatan-kegiatan lain di tingkat desa. Usul tersebut disetujui oleh Kepala desa dan tim dari PNPM mandiri Perdesaan di wilayah Sakra Barat meskipun diharapkan bisa terealisasi tahun 2014.
13
Senin. 29 oktober 2012
Rumah pak Amin
Bersama tokoh masyarakat Tibu Jae, saya sebagai salah seorang pengurus di Musholla Nurul Qolbi mengusulkan untuk segera merenovasi musholla yang sudah sekian tahun terpakai. Tentunya renovasi tersebut bisa berjalan apabila semua elemen masyarakat terutama masyarakat Tibu Jae untuk kompak dan berbuat untuk menuntaskan renovasi tersebut. Usulan bersama pembagain kupon merupakan alternatif yang paling tepat untuk penuntasan renovasi musholla yang sudah lama sekali berdiri ini.

Ketua,                                       Sekretaris,

Muhammad Amin, S.Pd.          Saifuddin Zuhri,S.Pd.

Sunday, October 28, 2012

SEMANGAT SUMPAH PEMUDA TIDAK BOLEH LUNTUR


Krens Lotim. Sumpah pemuda merupakan janji setia para pejuang negeri ini terutama generasi muda dalam mempersatukan negeri ini menjadi satu kesatuan yang utuh. 

Peringatan sumpah pemuda seharusnya menjadikan kita mengingat kembali bagaimana para pejuang kita dalam membela negeri ini sampai titik sdarah penghabisan. 

Di Pondok Pesantren Birrul Walidain NW Rensing Kecamatan Sakra Barat  Lombok Timur, apel peringatan sumpah pemuda digelar dihalaman Yayasan Pondok Pesantren dengan diikuti ratusan santri dan dewan guru dari tingkat RA/ TK sampai ketingjkat SMA/ MA pada tanggal 28 Oktober 2012. 

Bertindak selaku pembina upacara  Ramli Maksum, M. Pd. I. salah seorang pengurus Pondok Pesantren. Dalam sambutannya beliau memberikan dorongan kepada seluruh santri bagaimana mengenang para pejuang kita sehingga mampu membuat Indonesia tercinta menjadi sebuah negara yang bersatu. 

Kita sekarang berada dalam situasi sudah merdeka, kita tinggal melaksanakan apa yang menjadi amanat Undang - undang, tegas Ramli. 

"Sumpah Pemuda adalah sebuah tekad membangun visi dan fondasi berbangsa untuk melupakan ego mayoritas - minoritas dan menepiskan kepentingan lokal, organisasional, etnis, agama dan lain-lain, bersiteguh bersama menentang ketidakadilan, diskriminasi, dehumanisasi, eksploitasi yang saat itu mewujud dalam bentuk kolonialisme," paparnya.

Dipaparkan, spirit Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 itu, juga beriring dan disusul 2 bulan kemudian dengan terjadinya Kongres Wanita Indonesia Pertama, 22 Desember 1928, dengan spirit yang sama, bahwa keberagaman bisa menjadi kekuatan untuk menjadikan nusantara merdeka dari penindasan dalam bentuk apapun dan menggeliat bukan hanya penindasan terhadap bangsa Indonesia, tetapi melangkah satu tahap lagi untuk menentang penindasan terhadap perempuan yang kerap tenggelam dalam agenda nasionalisme yang lebih besar.
 
Menurutnya, berbahasa satu, berbangsa satu, dan bertanah air satu, bukan dimaksudkan untuk penyeragaman, tetapi justru bersatu dalam keberagaman. Dari janji ini, lahirlah Indonesia yang hari ini dihuni oleh lebih 207 juta penduduk dari lebih 300 kelompok etnis dengan lebih dari 800 bahasa lokal dan dialek.

"Janji ini kembali dikuatkan lewat amandemen konstitusi, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan diperteguh dengan jaminan bagi pemenuhan hak-hak asasi manusia," pungkasnya.

 Mudahan semangat sumpah pemuda tidak hanya mampu diucapkan, tetapi lebih dari itu harus mampu kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. (MA).

 


Ketua RT Sekaligus Pembuang Sampah

Suhardi yang Sedang Siap Mengantar Sampah
Krens Lotim.Jabatan terkadang tidak membuat seseorang menjadi minder untuk melakukan perbuatan yang dianggap rendah oleh sebagian orang. Meski mendapatkan keuntungan, tidak banyak orang yang mau mengerjakan sesuatu bila pekerjaan itu dianggap pekerjaan orang yang tak berada. Lain halnya dengan Suhardi, Ketua RT di Gubug Dangah desa Rensing Raya ini meskipun menjadi ketua RT di tempatnya, ia enjoy-enjoy saja menjalankan aktifitasnya setiap sore. Pagi hari ia menjadi tukang parkir di Puskesmas Rensing sampai jam kerja selesai, zuhur ia istirahat, sedangkan sore ia berkeliling ke rumah penduduk dengan sepeda motor tuanya, mencari bungkusan sampah yang akan ia buang ke tempat pembuangan sampah. Pekerjaan ini rutin ia lakukan meskipun ia dibayar Rp1000,- per kantong. Namun Suhardi mengatakan pekerjaan ini meskipun mendapatkan seribu rupiah perkantong, ia sangat bersyukur karena dengan begitu ia bisa membiayai 2 orang anaknya yang lagi sekolah di tingkat sekolah dasar.

Suhardi memang sebuah ikon suami pekerja keras yang juga taat beribadah. Bila ada waktu ia segera ke masjid untuk mengumandangkan azan dan menunaikan shalat berjamaah. Pekerjaan yang setiap hari ia lakukan dan memperoleh keuntungan membuatnya semakin semangat untuk berdo’a dan selalu berusaha sehingga mendapat ridho Yang Maha Kuasa. Kadang sehari ia mendapatkan sepuluh ribu atau bahkan dua puluh ribu rupaih setiap hari dari hasil membuang sampah tergantung dari banyaknya sampah yang ia buang. Perilakunya patut dicontoh.Bila ada 1000 orang saja yang mau seperti Suhardi, sampah tidak akan berserakan di kampung-kampung.(SZ)

Saturday, October 27, 2012

MUSHALLA NURUL QALBI DIRENOVASI DENGAN SWADAYA MURNI MASYARAKAT


Krens Lotim. Sejak berdiri tahun 1979 yang lalu, Mushalla Nurul Qalbi Tibu Jae desa Rensing Bat Kecamatan Sakra Barat hanya pernah mengalami rehab ringan pada tahun 1985. Kini sudah menjadi keputusan musyawarah jamaah yang dilaksanakan tadi malam (27/10) bertempat di Mushalla memutuskan akan merenovasi total yang  direncanakan  dua tingkat. 

Keputusan ini merupakan keputusan final setelah mengalami penundaan selama 2(dua) tahun yang disebabkan kekurangan dana dan kesibukan masyarakat, namun kali ini sudah menjadi kesepakatan bersama harus direnovasi total. 

H. Shafwan Thahir, SS. selaku ketua mushalla sekaligus panitia pembangunan mengatakan kalau rencana renovasi ini sebenarnya sudah mulai direncanakan jauh hari sebelum musyawarah ini, namun beberapa kendala yang kita alami maka baru kali ini kata sepakat dicapai. 

Mushalla ini sebenarnya sudah tidak layak pakai kalau kita lihat kondisi didalamnya, lihat saja pada saat hujan turun, disana sini terjadi kebocoran, belum lagi temboknya banyak yang jebol, jelas panitia pembangunan saat memimpin rapat bersama jamaahnya. 

Beberapa aspirasi yang masuk mengenai rencana ini, ada yang mencoba memberikan masukan kalau mushalla tidak usah dirobohkan, kita cukup mendirikan tiang pancang saja, ada juga yang mengatakan kita bongkar saja semua, dan sebagainya. 

Namun kesepakatan jamaah mengatakan renovasi total untuk program jangka menengah dengan pembagian kupon jatah kepada masyarakat dari kelas I sampai III ( antara satu juta sampai lima ratus ribu rupiah ). 

Muhammad Ihsan selaku disigner menaksir anggaran yang dibutuhkan untuk renovasi ini sekitar Rp 500.000.000,- ( lima ratus juta rupiah ) yang diharapkan nantinya bersumber dari sebagian besar uluran tangan jamaah.

Diharapkan rencana ini bisa berjalan sesuai rencana dan tidak luput dukungan dari semua pihak yang peduli akan kemajuan agama. (MA).


Friday, October 26, 2012

RSU Raden Sudjono Pun Ikut Ngurban



Krens Lotim. Semarak Idul Adha diberbagai tempat diwarnai dengan penyembelihan hewan kurban. Sesuai dengan namanya Idul Qurban, semua ummat muslim yang memiliki kemampuan menyembelih hewan kurban untuk dibagikan kepada masyarakat. Hal ini mengambil pelajaran hikmah nabi Ibrahim yang diperintah Allah menyembelih anaknya Nabi Ismail a.s. yang digantikan oleh Allah dengan seekor gibas/kambing. Pelajaran ini menandakan pengurbanan dalam menjalani kehidupan di dunia ini juga diharapkan mau dan rela  berbagi dengan sesama, menyantuni pakir miskin, saling menghargai dan selalu bersatu seperti yang di simbolkan oleh jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah. Jutaan ummat Islam dari seluruh dunia berkumpul untuk menampakkan syiar dan persatuan sesama saudara semuslim meskipun dari latar yang berbeda-beda.
Di tanah air, mulai dari Presiden, para pejabat sampai masyarakat bawah pun juga mengalirkan darah hewan kurban sebagai penebus dosa yang pernah dikerjakan dan mudah-mudahan mendapatkan ampunan. Tidak mau ketinggalan, Rumah Sakit Umum Raden Sudjono Selong Lombok Timur juga menyembelih 2 ekor sapi untuk dikurbankan. Daging kurban tersebut lalu dibagikan kepada masyarakat  sesuai dengan catatan panitia kurban. Pagi-pagi sekali setelah turun hari raya di masjid Al-Mujahidin Selong, petugas sudah menyiapkan 2 ekor sapi yang akan dipotong. Pas jam 08.000 pagi, shalat Idul Adha tuntas, lalu kurban pun dilaksanakan. Pembelian hewan kurban bersumber dari donatur pejabat RSU Raden Sudjono Selong. Semoga niat baik berbalas baik oleh Yang Maha Kuasa.(SZ)

QURBAN SEBAGAI UPAYA TAQARRUB KEPADA ALLAH

Krens Lotim. Setiap apa yang diperintahkan oleh Allah  pastilah mengandung makna, bukan hanya filsafat yang hampa apalagi sandiwara yang sia-sia. Dia akan membuahkan nilai-nilai yang berguna baik bagi pribadi dan masyarakat apabila dilaksanakan secara benar sesuai dengan tuntunan-Nya. Marilah kita renungi makna yang terkandung dalam qurban ini.

Sebagaimana kita ketahui ibadah qurban ini bermula dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim agar menyembelih putranya semata wayang Nabi Ismail as. Dalam hal ini digambarkan oleh sebuah hadits sebagai berikut:
“Para sahabat bertanya, “apakah maksud qurban ini?” Beliau menjawab, “Sunnah Bapakmu, Ibrahim.” Mereka bertanya, “apa hikmahnya bagi kita?” Beliau menjawab, “Setiap rambutnya akan mendatangkan satu kebaikan.” Mereka bertanya, “Apabila binatang itu berbulu?” Beliau menjawab, “Pada setiap rambut dari bulunya akan mendatangkan kebaikan” (HR. Ahmad).
ketua panitia sedang membuka acara penyembelihan
Setelah tua Ibrahim menjadi kesepian. Sebagai manusia ia ingin mempunyai anak. Istrinya mandul sedang ia sendiri telah berusia seabad lebih. Ia tidak berpengharapan. Ia hanya dapat mendambakan. Allah akhirnya melimpahkan karunia-Nya kepada lelaki tua ini karena ia telah mengabdikan seluruh hidupnya dan karena ia telah menanggungkan penderitaan demi menyebarluaskan syari’at-Nya. Melalui hamba perempuannya yang hitam dari Ethiopia yang bernama Hajar, Dia mengaruniai Ibrahim dengan seorang putra, Ismail. Allah berfirman:
Maka Kami gembirakan dia dengan seorang anak yang sangat penyantun” (QS. Ash-Shaffat: 101).
Ismail bukanlah hanya seorang putra bagi ayahnya. Ismail adalah buah dambaan Ibrahim seumur hidupnya. Sebagai seorang putra tunggal dari seorang lelaki tua yang telah menanggungkan penderitaan berkepanjangan. Ismail adalah yang paling dicintai oleh ayahnya. Namun tanpa diduga, Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya, harapan dan dambaan hidupnya yang paling dicintai itu.
Betapa goncang jiwa Ibrahim ketika menerima perintah ini. Setelah perintah itu ia sampaikan kepada anaknya dan anaknya menerimanya, akhirnya kedua hamba Allah ini pasrah melaksanakan perintah Allah ini. Allah menggambarkan peristiwa yang sangat dramatis ini dengan firman-Nya:
“Tatkala keduanya telah pasrah dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya. Dan Kami panggil dia. “Hai Ibrahim, kamu telah membenarkan mimpi (perintah) itu, sesungguhnya demikianlah Kami membalas kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS. Ash-Shaffat: 102)
Kemudian Allah menebus Ismail dengan seekor sembelihan yang besar dan inilah yang diabadikan dengan syari’at qurban hingga saat ini.
Jadi qurban adalah perlambang kesediaan seseorang untuk mengorbankan barang yang paling dicintai dalam rangka mengabdikan diri di jalan Allah.
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya” (QS. Saba: 39).

Bertolak dari uraian di atas, masyarakat desa Rensing  Bat dengan sukarela mengumpulkan para donatur untuk hewan qurban jauh hari sebelum dilaksanakannya qurban pada hari ini, Sabtu, 27 Oktober 2012. 

Ust. HM. Shafiyan Hadi, S. Ag. selaku  ketua panitia menyebutkan jumlah korban hari ini yaitu 1 ( satu ) ekor sapi dan 9 ( sembilan ) ekor kambing. Ini sebagai upaya mempersatukan masyarakat dalam kegotongroyongan atau kebersamaan yang dimulai dengan ritual keagamaan seperti qurban saat ini, jelasnya saat dikonfirmasi tim KM. 

Sementara Kepala desa Rensing Bat hanya mampu memberikan dukungan moril, kami belum bisa memberikan dalam bentuk barang karena situasi desa saat ini masih sangat banyak kebutuhan terutama pembangunan kantor desa yang sampai saat ini masih belum rampung 100%, kata M. Hilmi, SE disela penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan masyarakat di depan Masjid Nurul Islam Rensing Bat. 

Semoga kebersamaan ini sebagai bagian dari ibadah yang kemudian akan berlanjut sampai anak cucu keturunan kita nantinya. Amin. (MA).

Tak Dapat PLPG, Ramai-Ramai Pindah ke PPG

Krens Lotim.
Sebagain Guru yang Mengisi Persyaratan PPG di Teras Kemenag Lotim

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru ( PLPG ) yang tujuh tahun terakhir sudah berlangsung dijalankan pemerintah memberikan angin segar bagi guru di Lombok Timur bahkan semua guru yang minimal sudah sarjana strata satu. Pasalnya tunjangan bagi guru yang sudah disertifikasi yang dihitung tiap bulan tersebut, memberikan dampak tersendiri bagi kemajuan pendidikan. Para guru lebih semangat untuk mengabdikan diri bagi bangsa dan Negara. Di pelosok-pelosok desa setiap mahasiswa jurusan kependidikan apabila telah wisuda akan segera mencari tempat mengabdi guna terdaftar sebagai guru dan pada akhirnya nanti bisa mendapatkan sertifikasi.
Ditengah gencarnya perburuan guru sertifikasi, pada tahun ini pemerintah pusat ( Direktorat Pendidikan Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam) tahun 2012/2013 akan menyelenggatakan program Pendidikan Profesi Guru (PPG).membuka program PPG ( Pendidikan Profesi Guru ) yang diperuntukkan bagi guru yang belum tersertifikasi sampai tahun 2012 ini. PPG ini bisa diikuti dengan mengikuti pendidikan di berbagai perguruan tinggi ternama yang sudah ditunjuk Kementerian Agama selama 2 semester. Apabila sudah dianggap lulus, maka mahasiswa yang mengikuti PPG tersebut berhak menerima sertifikat pendidik sebagaimana sertifikat bagi guru yang sudah menempuhnya melalui PLPG.
Berikut nama perguruan tinggi penyelenggara PPG yang dikutip dari website kemenag RI. www.kemenag.go.id tentang Penetapan PTAI Penyelenggara PPG Tahun 2012
1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
1 Pendidikan Bahasa Arab
2 Pendidikan Qur'an Hadis
3 Pendidikan SKI
4 Pendidikan Fiqh/Ushul Fiqh
2. UIN Sunan Gunung Djati Bandung
1 Pendidikan Akidah-Akhlak
2 Pendidikan Qur'an Hadis
3 Pendidikan Guru MI (PGMI)
3. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
1 Pendidikan Guru MI (PGMI)
2 Pendidikan SKI
3 Pendidikan Fiqh/Ushul Fiqh
4  Pendidikan Fiqh/Ushul Fiqh
Pendidikan Guru MI (PGMI)
5 Pendidikan Qur'an Hadis
Pendidikan Guru MI (PGMI)
4. UIN Sultan Alauddin Makassar
1 Pendidikan Bahasa Arab
2 Pendidikan Fiqh/Ushul Fiqh
3 Pendidikan Akidah-Akhlak
5. IAIN Sunan Ampel Surabaya
1 Pendidikan Bahasa Arab
2 Pendidikan Guru MI (PGMI)
3 Pendidikan Qur'an Hadis
6.  IAIN Ar-Raniry Banda Aceh
1 Pendidikan Bahasa Arab
2 Pendidikan Guru MI (PGMI)
3 Pendidikan Fiqh/Ushul Fiqh
7. IAIN Sumatera Utara
1 Pendidikan Akidah-Akhlak
2 Pendidikan Qur'an Hadis
8. IAIN Raden Fatah Palembang
 1 Pendidikan SKI
2 Pendidikan Guru MI (PGMI)
3 Pendidikan Bahasa Arab
9. IAIN Raden Intan Lampung
1 Pendidikan Bahasa Arab
2 Pendidikan Qur'an Hadis
3 Pendidikan Fiqh/Ushul Fiqh
10 IAIN Walisongo Semarang
1 Pendidikan Qur'an Hadis
2 Pendidikan Akidah-Akhlak
3 Pendidikan Fiqh/Ushul Fiqh
4 Pendidikan Guru MI (PGMI)
11. IAIN Antasari Banjarmasin
1 Pendidikan Bahasa Arab
2 Pendidikan Fiqh
12. IAIN Syech Nurjati Cirebon
1 Pendidikan Bahasa Arab
2 Pendidikan Akidah-Akhlak
13. IAIN Mataram
1 Pendidikan Fiqh/Ushul Fiqh
2 Pendidikan Bahasa Arab
13. STAIN Tulungagung
1 Pendidikan Qur'an Hadis
14. STAIN Jember
1 Pendidikan Bahasa Arab
Informasi tersebut serentak membuat guru-guru yang belum tersertifikasi segera membuat persyaratan sesuai arahan dan informasi lanjutan dari seksi Mapenda Kemenag Lotim. (SZ)

Monday, October 22, 2012

GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT : ”TIDAK BENAR ISU PENCULIKAN ANAK, MASYARAKAT JANGAN TERPROVOKASI”

Krens Lotim.
SIARAN PERS
Senin, 22 Oktober 2012

GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT :
”TIDAK BENAR ISU PENCULIKAN ANAK, MASYARAKAT JANGAN TERPROVOKASI”

Atensi khusus diberikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. TGH. M. Zainul Majdi terkait dengan maraknya isu gangguan kamtibmas di NTB, khususnya yang dalam beberapa hari terakhir terjadi di Pulau Lombok, yaitu isu penculikan anak yang diwarnai dengan aksi penghakiman massa. Meski sedang menunaikan ibadah haji, Gubernur NTB tetap memonitor dan memantau perkembangan di daerah, serta memberikan arahan kepada jajaran pemerintah di NTB.
“Saya sudah mengontak seluruh Bupati/Walikota se Pulau Lombok, dan meminta kepada mereka menegaskan bahwa isu penculikan bayi dan anak itu TIDAK BENAR. Isu yang dilepas adalah bagian dari upaya untuk mengadu domba masyarakat. Masyarakat jangan terprovokasi oleh berbagai isu tersebut, apalagi sampai berbuat anarkhis”, papar Gubernur NTB.
Lebih lanjut Gubernur NTB meminta agar pihak kepolisian hadir dengan kekuatan penuh untuk mengembalikan kemananan dan ketertiban masyarakat. Kepolisian agar sungguh-sungguh dan all out dalam penanganan dan penyelesaian permasalahan. “Kepolisian harus lebih kuat lagi untuk menangani isu-isu tersebut, karena bila tidak, maka eskalasinya bisa meningkat, seiring dengan semakin kuatnya upaya oknum tertentu untuk terus menebar isu tersebut untuk mengadu domba masyarakat NTB”.
Gubernur NTB menyebutkan, setidaknya ada dua hal yang harus menjadi perhatian pihak kepolisian saat ini, yaitu :
1. segera ada tindakan-tindakan nyata untuk menjaga keamanan daerah, mengembalikan rasa aman masyarakat, serta menjaga jiwa dan harta bendanya;
2. segera lakukan penyelidikan secara profesional untuk mengetahui oknum yang terlibat, mengejar dan menangkapnya.
Dalam kaitan ini, Gubernur NTB telah meminta Wakil Gubernur NTB untuk mengkoordinasikan semua perangkat pemerintahan, termasuk KOMINDA untuk merespon dan memulihkan rasa aman masyarakat. Bahkan semua jajaran SKPD diminta untuk turun ke masyarakat, serta mengoptimalkan penggunaan berbagai media yang ada dalam memberi penegasan kepada masyarakat terkait ketidakbenaran isu tersebut, dan upaya adu domba yang dilakukan pihak yang tidak bertanggung jawab. Melalui jalur lain, Gubernur NTB juga meminta bantuan para Tuan Guru dan Tokoh Masyarakat untuk ikut menjelaskan kepada masyarakat terkait hal tersebut.
“Kita sedang diadu domba oleh oknum-oknum tertentu”. “Kita lawan adu domba tersebut dengan cara mengklarifikasi bahwa isu tersebut TIDAK BENAR, dengan tetap menjaga kekompakan, serta tidak terpengaruh dengan isu-isu tersebut”. “Jangan sampai terprovokasi dan melakukan aksi anarkhis, karena ini yang diinginkan oleh oknum-oknum tersebut”, Jelas Gubernur NTB.
“Optimalkan Siskamling dan tingkatkan kewaspadaan terhadapnya isu yang digulirkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, namun jangan menempatkan kecurigaan yang berlebihan”. “Hubungi aparat kepolisian terdekat jika ada indikasi yang mencurigakan dan serahkan penanganannya kepada jajaran kepolisian”. “Masyarakat jangan melakukan penghakiman sendiri”. “Sekali lagi saya tegaskan bahwa tidak ada penculikan anak dan lain-lain”, pungkas Gubernur NTB.
Selanjutnya, dalam jumpa pers dengan wartawan di kantornya, Wakil Gubernur NTB – Ir. H. Badrul Munir, M.M, yang didampingi Kepala Bakesbangpoldagri (H. Nasibun, SH, MTP) dan Asisten Tatapraja dan Aparatur (Drs. H. Ridwan Hidayat) menyampaikan bahwa : “isu tersebut sangat tidak bertanggungjawab, meresahkan masyarakat, dan mengganggu stabilitas daerah. Oleh karena itu saya sampaikan bahwa isu tersebut secara terus-menerus kita ikuti dan telusuri, kita ikuti perkembangannya sekaligus kita telusuri sumbernya. Pemerintah Daerah melihat isu ini merupakan upaya mengadu domba masyarakat, upaya untuk menciptakan kekacauan di NTB”.
“Kami telusuri terus isu tersebut, karena tidak ada isu yang tidak ada sumbernya - tidak ada asap kalau tidak ada api. Isu yang sangat menyesatkan ini tentunya ada aktor-aktor yang bermain dibelakang. Pemerintah Provinsi NTB bersama-sama aparat keamanan dan seluruh unsur pemerintah lainnya tetap kompak, untuk menelusuri isu ini sekaligus juga untuk mencegah terjadinya konflik ditengah masyarakat, dan isu ini tidak boleh berkembang”, jelas Wakil Gubernur NTB.
Lebih lanjut, Wakil Gubernur NTB mengungkapkan : “Kami sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan juga Pemerintah Kabupaten/Kota, supaya menyebarluaskan, memberitahukan kepada masyarakat, bahwa sesungguhnya isu yang berkaitan dengan santet, penculikan bayi, dan isu SARA, tidak boleh kita biarkan. Kita tidak ingin isu-isu ini dijadikan alat oleh orang-orang tidak bertanggungjawab yang memiliki agenda-agenda khusus, yang tidak menginginkan NTB kondusif, yang tidak ingin NTB pembangunannya berjalan dengan baik”.
“Kita sadari bersama, kita sekarang sedang berikhtiar. Pemerintah bersama seluruh masyarakat sedang membangun daerah ini. Kita sedang berada pada semangat membangun. Kita berada pada capaian-capaian pembangunan yang mengarahkan kita pada peningkatan-peningkatan yang cukup menggembirakan”. “Jangan sampai kita terprovokasi sebagaimana diinginkan oknum-oknum tersebut. Jaga kekompakan kita. Teman-teman media juga berkontribusi dalam menciptakan kondusifitas daerah. Beritakan yang patut diberitakan”, harap Wakil Gubernur NTB.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat,

TRI BUDIPRAYITNO
NIP. 19681016 198803 1 003

Penting

Test Footer 2

Prinsip

BANGKITLAH DESAKU. Padamu ku tuangkan segelas tinta tuk perjuangan. berani tumpahkan darah sendiri membelamu. Dengan langkah berani sampai mati. Biar berkalang tanah. Dan itu yang terakhir. Kali ini kami menggores daging-daging kenyal. Yang berbau amis basi. Dan berjalan menelusuri derap langkah perjuangan. Menuju medan perang yang tak terbilang. ( SaifZuhri )

Followers

Total Pageviews

Advertisement

Flickr

PR n/a

tribunolahraga.info-Google pagerank,alexa rank,Competitor

Dari Mana Pengunjung

Footer Widget 1

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com