Klik Aja

Wednesday, May 16, 2012

CERITA DARI PILKADES RENSING BAT

0 komentar
Proses penghitungan suara

Krens Lotim. Pelaksanaan Pilkades ( Pemilihan Kepala desa ) Rensing Bat Kecamatan Sakra barat Lombok Timur yang digelar hari ini Rabu, 16/5 mengundang prihatin tokoh agama dan masyarakat setempat. 

Pasalnya,  padasaat pemungutan suara berlangsung bahkan sebelum hari H terjadi sudah ada petaruh - petaruh yang menanyakan siapa calon yang kuat di lokasi tersebut.

Mulai dari jam 07.00 pagi para penjudi yang kami tidak tahu jumlahnya ini berdatangan dengan penampilan yang urak - urakan menenteng tas yang berisi uang jutaan dan ada yang lebih tragis lagi kunci mobil kijang diserahkan kepada lawan saat itu juga sebelum penghitungan dimulai. 

Ju, seorang petaruh dari Mujur Lombok Tengah bersaing dengan Her dari Bungtiang menawarkan transaksi Rp 10 juta rupiah. 

Dan banyak lagi kasus serupa yang terjadi dalam prosesi seperti ini, tidak hanya di Rensing Bat, tapi ini terjadi merata. 

Salim yang sempat dikonfirmasi tim KM, dia menuturkan kalau perjuadian seperti  ini sudah bertahun - tahun dia tekuni bahkan dari sejak nenek moyangnya dulu katanya. 

Akankah hal semacam ini berlanjut sampai anak cucu kita nantinya, apakah tidak ada larangan atau batasan yang dibuat oleh pemerintah daerah sehingga hal ini tidak berlanjut disamping hukum agama kita yang memberikan larangan. (MA)

Monday, May 14, 2012

SORONG SERAH, LINTAS ZAMAN

0 komentar
Tradisi Sorong Serah
Krens Lotim, Menyorot Budaya seakan memantau sebuah objek yang tak pernah sepi dari inovasi, terus berkembang dari zaman kezaman tanpa melupakan satu pesan yang tetap di usungnya, demikian yang di sampaikan salah seorang tokoh di sakra barat saat di temui KMD di rumahnya di desa Sukarara senin,14/05/12 kemarin.
Dikatakannya budaya kita saat ini memang sedang dalam transisi yang sangat tinggi dan intens namun itu semua tidak berimbas kepada muatan yang di pangku budaya tersebut, sebut saja misalnya dalam beberapa seremonial yang sering dilakukan masyarakat kita sangat variatif sekali mulai dari, Sambutan,Resepsi ,IjabKabul dan lain sebagainya namun tak ada satupun dari masyarakat kita tidak setuju dengan adanya prosesi tersebut semuanya di terima ... terang Amaq Opi kemarin.
Ditambahkannya pula selama ini budaya kita memang sering berubah-ubah itu di karenakan tuntutan terhadap kebutuhan yang mendesak dan tuntutan terhadap kegemaran masyarakat saat ini, "dulunya Adat Sorong Serah dilakukan dengan iringan Kelentang, Kemudian Berubah menjadi Kecimol (Nama Kesenian) kemudian berubah Lagi dengan adanya Gendang Belek dan lain-lain lagi.... tutur pria bertbadan Lima tersebut.
Ditanya soal prosesi sorong serah yang sering dilakukan oleh masyarakat sekarang ini, amaq Opi menuturkan bahwa tidak ada perubahan yang terjadi sehubungan dengan prosesi sorong serah namun bila di pantau lebih ditail lagi kalangan bangsawan terkadang lebih apik dalam melaksanakan prosesi ini dengan menggunakan prosesi Bewacan (Saling tanya jawab dengan Bahasa Adat saat melakukan prosesi sorong serah) jika dibandingkan dengan sekarang ini hal tersebut masih sering di praktikkan oleh kalangan darah biru.. tambahnya.
sebagai akhir dari wawancara eksklusif dengan KMD kemarin amaq Opi mengingatkan bahwa hajat utama dari pelaksanaan sorong serah ini adalah Mengantar Mempelai perempuan Kerumah orang tuanya untuk terakhir kali sebagai simbol pengambilan Mempelai perempuan yang akan pindah tempat tinggal menuju rumah suaminya yang akan di tutup dengan prosesi Balas Naen (Mengulang prosesi tersebut) secara kekeluargaan. (CA)

Sunday, May 13, 2012

ADAT NANGGEP, NYUMBANG ADAT,

0 komentar
Adat Nanggep
Krens Lotim, Adat Nanggep yang sudah tertradisikan merupakan adat turun temurun yang tetap di lakoni masyarakat Sakra Barat, dusun Jerua adalah Salah satunya, dalam kesempatan itu di sampaikan bahwa Nanggep adalah tradisi yang tidak mungkin di lupakan masyarakat, tutur Ugah pada Ahad,13/05/12 kemarin.
Dalam prosesinya, nanggep di dahului oleh pembacaan kronologi pernikahan kedua belah mempelai oleh tokoh masyarakat/Kadus dalam bahasa daerah Sasak yang yang telah di sepakati (bahasa Adat) dalam prosesi ini di sebutkan rentetan kronologi mulai pengambilan mempelai perempuan,jumlah pelakok (Uang yang di minta secara adat),jumlah maskawin, asal usul dan identitas kedua mempelai berikut orang tua kedua mempelai penyerahan segala kebutuhan rumah tangga seperti gadang (tempatnasi), ceraken (tempat bumbu) pakaian shalat,kelapa dan lain-lain, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan do'a dan di akhiri dengan pembagian uang yang di sebut dengan SELAWAT.
Semua uang yang di bagikan berasal dari jaminan atau uang yang di berikan pihak laki-laki kepada keluarga mempelai perempuan sebagai simbol di terimanya penyatuan keluarga secara adat, kebiasaan inilah yang sering di konflain masyarakat karena yang mengatas namakan agama sebagai suatu yang tidak boleh atau lazimnya di sebut bid'ah tutur mahsun pada kesempatan yang sama di jerua kemarin.
(CA)

Penting Shobat!

Wednesday, May 16, 2012

CERITA DARI PILKADES RENSING BAT

Proses penghitungan suara

Krens Lotim. Pelaksanaan Pilkades ( Pemilihan Kepala desa ) Rensing Bat Kecamatan Sakra barat Lombok Timur yang digelar hari ini Rabu, 16/5 mengundang prihatin tokoh agama dan masyarakat setempat. 

Pasalnya,  padasaat pemungutan suara berlangsung bahkan sebelum hari H terjadi sudah ada petaruh - petaruh yang menanyakan siapa calon yang kuat di lokasi tersebut.

Mulai dari jam 07.00 pagi para penjudi yang kami tidak tahu jumlahnya ini berdatangan dengan penampilan yang urak - urakan menenteng tas yang berisi uang jutaan dan ada yang lebih tragis lagi kunci mobil kijang diserahkan kepada lawan saat itu juga sebelum penghitungan dimulai. 

Ju, seorang petaruh dari Mujur Lombok Tengah bersaing dengan Her dari Bungtiang menawarkan transaksi Rp 10 juta rupiah. 

Dan banyak lagi kasus serupa yang terjadi dalam prosesi seperti ini, tidak hanya di Rensing Bat, tapi ini terjadi merata. 

Salim yang sempat dikonfirmasi tim KM, dia menuturkan kalau perjuadian seperti  ini sudah bertahun - tahun dia tekuni bahkan dari sejak nenek moyangnya dulu katanya. 

Akankah hal semacam ini berlanjut sampai anak cucu kita nantinya, apakah tidak ada larangan atau batasan yang dibuat oleh pemerintah daerah sehingga hal ini tidak berlanjut disamping hukum agama kita yang memberikan larangan. (MA)

Monday, May 14, 2012

SORONG SERAH, LINTAS ZAMAN

Tradisi Sorong Serah
Krens Lotim, Menyorot Budaya seakan memantau sebuah objek yang tak pernah sepi dari inovasi, terus berkembang dari zaman kezaman tanpa melupakan satu pesan yang tetap di usungnya, demikian yang di sampaikan salah seorang tokoh di sakra barat saat di temui KMD di rumahnya di desa Sukarara senin,14/05/12 kemarin.
Dikatakannya budaya kita saat ini memang sedang dalam transisi yang sangat tinggi dan intens namun itu semua tidak berimbas kepada muatan yang di pangku budaya tersebut, sebut saja misalnya dalam beberapa seremonial yang sering dilakukan masyarakat kita sangat variatif sekali mulai dari, Sambutan,Resepsi ,IjabKabul dan lain sebagainya namun tak ada satupun dari masyarakat kita tidak setuju dengan adanya prosesi tersebut semuanya di terima ... terang Amaq Opi kemarin.
Ditambahkannya pula selama ini budaya kita memang sering berubah-ubah itu di karenakan tuntutan terhadap kebutuhan yang mendesak dan tuntutan terhadap kegemaran masyarakat saat ini, "dulunya Adat Sorong Serah dilakukan dengan iringan Kelentang, Kemudian Berubah menjadi Kecimol (Nama Kesenian) kemudian berubah Lagi dengan adanya Gendang Belek dan lain-lain lagi.... tutur pria bertbadan Lima tersebut.
Ditanya soal prosesi sorong serah yang sering dilakukan oleh masyarakat sekarang ini, amaq Opi menuturkan bahwa tidak ada perubahan yang terjadi sehubungan dengan prosesi sorong serah namun bila di pantau lebih ditail lagi kalangan bangsawan terkadang lebih apik dalam melaksanakan prosesi ini dengan menggunakan prosesi Bewacan (Saling tanya jawab dengan Bahasa Adat saat melakukan prosesi sorong serah) jika dibandingkan dengan sekarang ini hal tersebut masih sering di praktikkan oleh kalangan darah biru.. tambahnya.
sebagai akhir dari wawancara eksklusif dengan KMD kemarin amaq Opi mengingatkan bahwa hajat utama dari pelaksanaan sorong serah ini adalah Mengantar Mempelai perempuan Kerumah orang tuanya untuk terakhir kali sebagai simbol pengambilan Mempelai perempuan yang akan pindah tempat tinggal menuju rumah suaminya yang akan di tutup dengan prosesi Balas Naen (Mengulang prosesi tersebut) secara kekeluargaan. (CA)

Sunday, May 13, 2012

ADAT NANGGEP, NYUMBANG ADAT,

Adat Nanggep
Krens Lotim, Adat Nanggep yang sudah tertradisikan merupakan adat turun temurun yang tetap di lakoni masyarakat Sakra Barat, dusun Jerua adalah Salah satunya, dalam kesempatan itu di sampaikan bahwa Nanggep adalah tradisi yang tidak mungkin di lupakan masyarakat, tutur Ugah pada Ahad,13/05/12 kemarin.
Dalam prosesinya, nanggep di dahului oleh pembacaan kronologi pernikahan kedua belah mempelai oleh tokoh masyarakat/Kadus dalam bahasa daerah Sasak yang yang telah di sepakati (bahasa Adat) dalam prosesi ini di sebutkan rentetan kronologi mulai pengambilan mempelai perempuan,jumlah pelakok (Uang yang di minta secara adat),jumlah maskawin, asal usul dan identitas kedua mempelai berikut orang tua kedua mempelai penyerahan segala kebutuhan rumah tangga seperti gadang (tempatnasi), ceraken (tempat bumbu) pakaian shalat,kelapa dan lain-lain, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan do'a dan di akhiri dengan pembagian uang yang di sebut dengan SELAWAT.
Semua uang yang di bagikan berasal dari jaminan atau uang yang di berikan pihak laki-laki kepada keluarga mempelai perempuan sebagai simbol di terimanya penyatuan keluarga secara adat, kebiasaan inilah yang sering di konflain masyarakat karena yang mengatas namakan agama sebagai suatu yang tidak boleh atau lazimnya di sebut bid'ah tutur mahsun pada kesempatan yang sama di jerua kemarin.
(CA)

Penting

Test Footer 2

Prinsip

BANGKITLAH DESAKU. Padamu ku tuangkan segelas tinta tuk perjuangan. berani tumpahkan darah sendiri membelamu. Dengan langkah berani sampai mati. Biar berkalang tanah. Dan itu yang terakhir. Kali ini kami menggores daging-daging kenyal. Yang berbau amis basi. Dan berjalan menelusuri derap langkah perjuangan. Menuju medan perang yang tak terbilang. ( SaifZuhri )

Followers

Total Pageviews

Advertisement

Flickr

PR n/a

tribunolahraga.info-Google pagerank,alexa rank,Competitor

Dari Mana Pengunjung

Footer Widget 1

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com