Klik Aja

Thursday, April 26, 2012

UPAH BURUH HARIAN PETANI TEMBAKAU NAIK 10%

0 komentar
Krens Lotim, Aktifitas hidup masyarakat di kalangan petani khususnya di desa Rensing kian meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan tenaga kerja pada sektor pertanian. Seiring dengan hal tersebut banyak hal yang bisa di jadikan indikator kemajuan dalam masyarakat pedesaan saat ini. 
Masyarakat desa adalah masyarakat yang memiliki makna paling dekat dengan pertanian menunjukkan pergeseran kearah yang lebih positip di tandai dengan naiknya ongkos kerja atau upah harian buruh tani tembakau pada tahun 2012 ini, hal tersebut di ungkapkan salah seorang petani tembakau Jamalullail saat ditemui KMD di rumahnya di Dayen kubur Desa Rensing Bat Sakra Barat. Hal senada juga di ungkapkan salah seorang buruh tani harian Imamullah saat di jumpai di tempat bekerja" ya memang sekarang ongkos harian naik menjadi 40.000 perhari" ungkap pria yang telah lama menjadi buruh tani ini.
"selangkah lebih maju adalah ungkapan yang lebih tepat untuk mengungkap naiknya ongkos buruh tani tembakau" tambah Jamlullail saat mengomentari pertanyaan KMD terkait dengan naiknya ongkos harian buruh tani tersebut. Namun tambahnya selagi harga kebutuhan pokok belum terlalu melambung mungkin tahun depannya ongkos harian tidak naik tuturnya.
Harapannya semoga saja peningkatan ongkos harian ini berbanding sejajar dengan peningkatan mutu dan hasil tembakau di tahun - tahun mendatang semoga saja, cetusnya.

(CA)

"Sambil Menyelam Minum Air "

0 komentar
Krens Lotim. Jalan- jalan sore merupakan kegiatan yang begitu menyenangkan, apalagi sambil menelusuri jalan yang tertuju ada sasaran.Beli buah-buahan, memandang deburan ombak di pantai atau mengendarai sepeda motor bersama yang kita sayangi.
Inak Munah sedang menjajakan dagangannya
Depan SMKN 1 Pringgabaya ( Rencana Lokasi Bintek Lotim )
Jalan-jalan  ke bagian Utara di Lombok Timur, khususnya ke dermaga Pelabuhan Kayangan tidak akan lupa kita mampir beberapa menit untuk menikmati manisnya buah "Sirsak/Srikaya" yang dijajakan rapi di pinggir jalan di wilayah Pringgabaya. Dengan uang Rp10.000,- kita sudah sangat kenyang melahap 4 sampai 5 buah sekaligus. Aromanya yang khas juga membuat lidah kita terasa ketagihan untuk membeli sambil membawa oleh-oleh untuk sanak keluarga.Para pedagang yang ada di sana juga sangat ramah sehingga para pembeli terasa betah untuk membeli dan ngobrol di tempat tersebut. Dari pantuan KRens....dan berwawancara dengan Inak Munah, ia mengatakan bahwa  minimal ia mendapatkan hasil dari penjualan Sirsak Rp200.000/hari dan terasa cukup untuk beli beras dan sayur sehari dua hari.Pekerjaan itu ia tekuni terus untuk  memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dan untuk dimaklumi, bahwa rencana lokasi Bintek Kampung Media yang ada di SMKN 1 Pringgabaya juga tidak jauh dari pusat perdagangan ini, tinggal mengegas motor beberapa menit sudah sampai pada tujuan. Mudahan pada waktu Bintek nanti, akan ada oleh-oleh dari panitia.Sambil Menyelam Minum Air ( SZ )

Wednesday, April 25, 2012

12 DESA DI SAKRA BARAT LAKSANAKAN PILKADES

0 komentar
 Krens Lotim. Desa di Kecamatan Sakra Barat yang dulunya hanya 5 desa Setelah melalui proses pemekaran menjadi 18 desa.
Dua belas desa diantaranya akan melaksanakan Pilkades pada bulan Mei 2012 ini sesuai perintah lisan Bapak Bupati Lombok Timur yang disampaikan Camat Sakra Barat.
Pilkades dipercepat karena bertujuan untuk pengakuan yang lebih sempurna atau dengan kata lain desa tidak akan diakui keberadaannya sebelum kepala desanya depinitif, jelas M. Isa di Kantor Camat Sakra Barat pada (23/4).
Kandidat dimasing - masing desa bermunculan dari berbagai usia, bai remaja maupun dewasa.
Di desa Rensing Bat misalnya, sehari setelah pembentukan panitia pilkades, tidak terdengar nama calon yang akan maju dalam pilkades, namun seminggu sebelum penutupan, bermunculan nama dari masing - masing kadus, bahkan kadus Timuk Rurungpun ikut sebagai calon kepala desa Rensing Bat.
Sampai berita ini diturunkan, ada 4 nama yang sudah positif sebagai kandidat Kepala Desa. Nama - nama tersebut adalah : 1. Badaruddin ( Kadus Timuk Rurung sekarang ), 2. Badaruddin ( Ketua RT Gubuk Masjid sekarang ), 3. Muh. Hilmi, SE ( Ketua Karang taruna sekarang ), dan 4. Muh. Hilmi Arozi, S. Ag ( satu kekadusan dengan Muh. Hilmi SE.
kandidat bermunculan karena murahnya pendaftaran yang di anggarkan panitia.  Cukup Rp 15.000.000,00 ( Lima belas juta ) saja dibagi berapa jumlah calon dan itu cukup untuk membiayai pelaksanaan pilkades, jelas Jamalullail, S. Pd. I. selaku ketua panitia.
(MA)


Tuesday, April 17, 2012

BINTEK KAMPUNG MEDIA LOTIM DI SMKN 1 PRINGGABAYA

0 komentar
Krens Lotim  Kampung Media kabupaten Lombok Timur, menggelar rapat penetapan lokasi sekaligus membentuk panitia yang akan bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut (17/4). 

Rapat intern antar ketua - ketua Kampung Media se- Lombok Timur yaang dimediasi Abu Macel melalui telpon seluler bertempat di Taman Kota Selong menetapkan ketua KM Krens Lotim ( Muh. Amin, S. Pd. ) selaku ketua panitia, Faisatullah ( KM Gerbang Patuh Karya ) selaku sekretaris dan ketua - ketua KM lainnya sebagai anggota. 

Lokasi ditetapkan di SMKN 1 Pringgabaya Kec. Pringgabaya dengan melibatkan Madrasah Aliyah Birrul Walidain NW Rensing Kec,. Sakra Barat dan SMAN 1 Jerowaru selaku peserta tambahan. 

Faisatullah selaku sekretaris mengatakan, sebagai program pertama yang akan kita lakukan adalah bershilaturrahmi dengan Dishubkominfo Kabupaten Lombok Timur  untuk membicarakan langkah yang akan ditempuh dalam kegiatan tersebut disamping agenda penting lainnya yang akan dibicarakan pada saat terbut, katanya. 

Kegiatan akan di awali dengan kegiatan perkemahan yang melibatkan semua peserta berjumlah 100 orang ditambah dengan ketua - ketua Kampung Media dan beberapa orang anggota KM lainnya. 

Sebagaimana telah dijadwalkan Dishubkominfo Provinsi NTB, kegiatan ICT yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Timur teragenda tanggal 30 April 2012. Dalam kegiatan tersebut, sebagai inisiator sekaligus penyelanggara Dishubkominfo NTB dan akan memberikan masing-masing perangkat internet kepada sekolah peserta pada saat tersebut serta Kampung Media yang dikukuhkan akhir tahun lalu.
 “Kami berharap kegiatan ini berjalan sesuai rencana dan kegiatan serupa diharapkan bisa dilaksanakan tidak hanya disatu titi, tetapi dibeberapa tempat sehingga informasi bisa menyebar dengan cepat. tandasnya.  

(MA)



Monday, April 16, 2012

INSPIRASI BAGI PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

0 komentar
KM. Krens Lotim. Tulisan Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI), yang diambil dari wall Ciciek Farah

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***

Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

Sunday, April 15, 2012

SOAL UJIAN NASIONAL DI KANTOR POLISI

0 komentar
Krens Lotim. Ujian Nasional SMA/MA/SMK dilaksanakan serentak hari ini Senin, 16 April 2012. 
Ketua Sub Rayon 06 Lombok Timur, Drs. Lalu Zihnan Munir, M. Pd. mengatakan : " soal diletakkan di Polsek Sakra dikhawatirkan jangan - jangan ada kebocoran, memang di sub Rayon 06 tidak pernah terjadi, tetapi ini adalah sebuah antisipasi", katanya. 
Mudah - mudahan ujian tahun ini berjalan lancar sesuai harapan, imbuhnya. 
Sementara di penyelenggara 040 MA Birrul Walidain NW Rensing menjamin kerahasiaan ujian nasional tahun ini. Hal tersebut disampaikan kepala Madrasah/ ketua panitia H. Bakar Hamzah, S. Ag. pada saat pertemuan pengawas hari Sabtu, 14 April 2012 di ruang belajar MA Birrul Walidain. 
Bapak dan Ibu pengawas ditugaskan sebagai pengawas ruangan oleh atasan masing - masing. Jangan melakukan hal - hal yang bukan tugasnya. Lakukan apa yang ada dalam draf Ujian Nasional, jelas H. Bakar. 
Mudah - mudahan apa yang menjadi harapan kita tahun ini bisa sukses dan anak kita bisa melanjutkan studinya ke jenjang lebih tinggi. Amin. 

(MA)


Saturday, April 14, 2012

SANTRI PONTREN BIRRUL WALIDAIN DO'A BERSAMA JELANG UN

0 komentar
 Krens Lotim.Harapan lulus 100% selalu ada pada setiap santri Pondok Pesantren Birrul Walidain NW Rensing yang hadir dalam acara do'a bersama yang dilakukan di Mushalla Birrul Walidain Jumat, 13 April 2012 kemarin. 
Peserta berasal dari MA , SMA, MTs dan MI Birrul Walidain NW Rensing serta SMA IT Sukarara  yang berjumlah kurang lebih 350 orang siswa dan beberapa orang ustaz. 
H. Bakar Hamzah, S. Ag. selaku yang dipercaya memberikan santapan rohani menegaskan bahwa ujian bukanlah sesuatu yang menakutkan, tetapi ini adalah suatu yang harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku. Jelasnya.
Sementara Muh. Nizar, S. Pd. ( Kepala SMA Birrul Walidain NW Rensing  ) memberikan injeksi positif  terhadap kegiatan do'a bersama seperti sekarang ini sebab tidak ada usaha yang lebih baik jika tidak dibarengi dengan do'a, jelasnya.
Do'a merupakan kunci segalanya. Tanpa do'a kurang sempurna. tambahnya.
Semoga siswa - siswi kita yang ikut ujian tahun ini memperoleh kelulusan yang memuaskan. Amin.

(MA)

Penting Shobat!

Thursday, April 26, 2012

UPAH BURUH HARIAN PETANI TEMBAKAU NAIK 10%

Krens Lotim, Aktifitas hidup masyarakat di kalangan petani khususnya di desa Rensing kian meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan tenaga kerja pada sektor pertanian. Seiring dengan hal tersebut banyak hal yang bisa di jadikan indikator kemajuan dalam masyarakat pedesaan saat ini. 
Masyarakat desa adalah masyarakat yang memiliki makna paling dekat dengan pertanian menunjukkan pergeseran kearah yang lebih positip di tandai dengan naiknya ongkos kerja atau upah harian buruh tani tembakau pada tahun 2012 ini, hal tersebut di ungkapkan salah seorang petani tembakau Jamalullail saat ditemui KMD di rumahnya di Dayen kubur Desa Rensing Bat Sakra Barat. Hal senada juga di ungkapkan salah seorang buruh tani harian Imamullah saat di jumpai di tempat bekerja" ya memang sekarang ongkos harian naik menjadi 40.000 perhari" ungkap pria yang telah lama menjadi buruh tani ini.
"selangkah lebih maju adalah ungkapan yang lebih tepat untuk mengungkap naiknya ongkos buruh tani tembakau" tambah Jamlullail saat mengomentari pertanyaan KMD terkait dengan naiknya ongkos harian buruh tani tersebut. Namun tambahnya selagi harga kebutuhan pokok belum terlalu melambung mungkin tahun depannya ongkos harian tidak naik tuturnya.
Harapannya semoga saja peningkatan ongkos harian ini berbanding sejajar dengan peningkatan mutu dan hasil tembakau di tahun - tahun mendatang semoga saja, cetusnya.

(CA)

"Sambil Menyelam Minum Air "

Krens Lotim. Jalan- jalan sore merupakan kegiatan yang begitu menyenangkan, apalagi sambil menelusuri jalan yang tertuju ada sasaran.Beli buah-buahan, memandang deburan ombak di pantai atau mengendarai sepeda motor bersama yang kita sayangi.
Inak Munah sedang menjajakan dagangannya
Depan SMKN 1 Pringgabaya ( Rencana Lokasi Bintek Lotim )
Jalan-jalan  ke bagian Utara di Lombok Timur, khususnya ke dermaga Pelabuhan Kayangan tidak akan lupa kita mampir beberapa menit untuk menikmati manisnya buah "Sirsak/Srikaya" yang dijajakan rapi di pinggir jalan di wilayah Pringgabaya. Dengan uang Rp10.000,- kita sudah sangat kenyang melahap 4 sampai 5 buah sekaligus. Aromanya yang khas juga membuat lidah kita terasa ketagihan untuk membeli sambil membawa oleh-oleh untuk sanak keluarga.Para pedagang yang ada di sana juga sangat ramah sehingga para pembeli terasa betah untuk membeli dan ngobrol di tempat tersebut. Dari pantuan KRens....dan berwawancara dengan Inak Munah, ia mengatakan bahwa  minimal ia mendapatkan hasil dari penjualan Sirsak Rp200.000/hari dan terasa cukup untuk beli beras dan sayur sehari dua hari.Pekerjaan itu ia tekuni terus untuk  memenuhi kebutuhan keluarganya.
Dan untuk dimaklumi, bahwa rencana lokasi Bintek Kampung Media yang ada di SMKN 1 Pringgabaya juga tidak jauh dari pusat perdagangan ini, tinggal mengegas motor beberapa menit sudah sampai pada tujuan. Mudahan pada waktu Bintek nanti, akan ada oleh-oleh dari panitia.Sambil Menyelam Minum Air ( SZ )

Wednesday, April 25, 2012

12 DESA DI SAKRA BARAT LAKSANAKAN PILKADES

 Krens Lotim. Desa di Kecamatan Sakra Barat yang dulunya hanya 5 desa Setelah melalui proses pemekaran menjadi 18 desa.
Dua belas desa diantaranya akan melaksanakan Pilkades pada bulan Mei 2012 ini sesuai perintah lisan Bapak Bupati Lombok Timur yang disampaikan Camat Sakra Barat.
Pilkades dipercepat karena bertujuan untuk pengakuan yang lebih sempurna atau dengan kata lain desa tidak akan diakui keberadaannya sebelum kepala desanya depinitif, jelas M. Isa di Kantor Camat Sakra Barat pada (23/4).
Kandidat dimasing - masing desa bermunculan dari berbagai usia, bai remaja maupun dewasa.
Di desa Rensing Bat misalnya, sehari setelah pembentukan panitia pilkades, tidak terdengar nama calon yang akan maju dalam pilkades, namun seminggu sebelum penutupan, bermunculan nama dari masing - masing kadus, bahkan kadus Timuk Rurungpun ikut sebagai calon kepala desa Rensing Bat.
Sampai berita ini diturunkan, ada 4 nama yang sudah positif sebagai kandidat Kepala Desa. Nama - nama tersebut adalah : 1. Badaruddin ( Kadus Timuk Rurung sekarang ), 2. Badaruddin ( Ketua RT Gubuk Masjid sekarang ), 3. Muh. Hilmi, SE ( Ketua Karang taruna sekarang ), dan 4. Muh. Hilmi Arozi, S. Ag ( satu kekadusan dengan Muh. Hilmi SE.
kandidat bermunculan karena murahnya pendaftaran yang di anggarkan panitia.  Cukup Rp 15.000.000,00 ( Lima belas juta ) saja dibagi berapa jumlah calon dan itu cukup untuk membiayai pelaksanaan pilkades, jelas Jamalullail, S. Pd. I. selaku ketua panitia.
(MA)


Tuesday, April 17, 2012

BINTEK KAMPUNG MEDIA LOTIM DI SMKN 1 PRINGGABAYA

Krens Lotim  Kampung Media kabupaten Lombok Timur, menggelar rapat penetapan lokasi sekaligus membentuk panitia yang akan bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut (17/4). 

Rapat intern antar ketua - ketua Kampung Media se- Lombok Timur yaang dimediasi Abu Macel melalui telpon seluler bertempat di Taman Kota Selong menetapkan ketua KM Krens Lotim ( Muh. Amin, S. Pd. ) selaku ketua panitia, Faisatullah ( KM Gerbang Patuh Karya ) selaku sekretaris dan ketua - ketua KM lainnya sebagai anggota. 

Lokasi ditetapkan di SMKN 1 Pringgabaya Kec. Pringgabaya dengan melibatkan Madrasah Aliyah Birrul Walidain NW Rensing Kec,. Sakra Barat dan SMAN 1 Jerowaru selaku peserta tambahan. 

Faisatullah selaku sekretaris mengatakan, sebagai program pertama yang akan kita lakukan adalah bershilaturrahmi dengan Dishubkominfo Kabupaten Lombok Timur  untuk membicarakan langkah yang akan ditempuh dalam kegiatan tersebut disamping agenda penting lainnya yang akan dibicarakan pada saat terbut, katanya. 

Kegiatan akan di awali dengan kegiatan perkemahan yang melibatkan semua peserta berjumlah 100 orang ditambah dengan ketua - ketua Kampung Media dan beberapa orang anggota KM lainnya. 

Sebagaimana telah dijadwalkan Dishubkominfo Provinsi NTB, kegiatan ICT yang dilaksanakan di Kabupaten Lombok Timur teragenda tanggal 30 April 2012. Dalam kegiatan tersebut, sebagai inisiator sekaligus penyelanggara Dishubkominfo NTB dan akan memberikan masing-masing perangkat internet kepada sekolah peserta pada saat tersebut serta Kampung Media yang dikukuhkan akhir tahun lalu.
 “Kami berharap kegiatan ini berjalan sesuai rencana dan kegiatan serupa diharapkan bisa dilaksanakan tidak hanya disatu titi, tetapi dibeberapa tempat sehingga informasi bisa menyebar dengan cepat. tandasnya.  

(MA)



Monday, April 16, 2012

INSPIRASI BAGI PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

KM. Krens Lotim. Tulisan Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI), yang diambil dari wall Ciciek Farah

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***

Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

Sunday, April 15, 2012

SOAL UJIAN NASIONAL DI KANTOR POLISI

Krens Lotim. Ujian Nasional SMA/MA/SMK dilaksanakan serentak hari ini Senin, 16 April 2012. 
Ketua Sub Rayon 06 Lombok Timur, Drs. Lalu Zihnan Munir, M. Pd. mengatakan : " soal diletakkan di Polsek Sakra dikhawatirkan jangan - jangan ada kebocoran, memang di sub Rayon 06 tidak pernah terjadi, tetapi ini adalah sebuah antisipasi", katanya. 
Mudah - mudahan ujian tahun ini berjalan lancar sesuai harapan, imbuhnya. 
Sementara di penyelenggara 040 MA Birrul Walidain NW Rensing menjamin kerahasiaan ujian nasional tahun ini. Hal tersebut disampaikan kepala Madrasah/ ketua panitia H. Bakar Hamzah, S. Ag. pada saat pertemuan pengawas hari Sabtu, 14 April 2012 di ruang belajar MA Birrul Walidain. 
Bapak dan Ibu pengawas ditugaskan sebagai pengawas ruangan oleh atasan masing - masing. Jangan melakukan hal - hal yang bukan tugasnya. Lakukan apa yang ada dalam draf Ujian Nasional, jelas H. Bakar. 
Mudah - mudahan apa yang menjadi harapan kita tahun ini bisa sukses dan anak kita bisa melanjutkan studinya ke jenjang lebih tinggi. Amin. 

(MA)


Saturday, April 14, 2012

SANTRI PONTREN BIRRUL WALIDAIN DO'A BERSAMA JELANG UN

 Krens Lotim.Harapan lulus 100% selalu ada pada setiap santri Pondok Pesantren Birrul Walidain NW Rensing yang hadir dalam acara do'a bersama yang dilakukan di Mushalla Birrul Walidain Jumat, 13 April 2012 kemarin. 
Peserta berasal dari MA , SMA, MTs dan MI Birrul Walidain NW Rensing serta SMA IT Sukarara  yang berjumlah kurang lebih 350 orang siswa dan beberapa orang ustaz. 
H. Bakar Hamzah, S. Ag. selaku yang dipercaya memberikan santapan rohani menegaskan bahwa ujian bukanlah sesuatu yang menakutkan, tetapi ini adalah suatu yang harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku. Jelasnya.
Sementara Muh. Nizar, S. Pd. ( Kepala SMA Birrul Walidain NW Rensing  ) memberikan injeksi positif  terhadap kegiatan do'a bersama seperti sekarang ini sebab tidak ada usaha yang lebih baik jika tidak dibarengi dengan do'a, jelasnya.
Do'a merupakan kunci segalanya. Tanpa do'a kurang sempurna. tambahnya.
Semoga siswa - siswi kita yang ikut ujian tahun ini memperoleh kelulusan yang memuaskan. Amin.

(MA)

Penting

Test Footer 2

Prinsip

BANGKITLAH DESAKU. Padamu ku tuangkan segelas tinta tuk perjuangan. berani tumpahkan darah sendiri membelamu. Dengan langkah berani sampai mati. Biar berkalang tanah. Dan itu yang terakhir. Kali ini kami menggores daging-daging kenyal. Yang berbau amis basi. Dan berjalan menelusuri derap langkah perjuangan. Menuju medan perang yang tak terbilang. ( SaifZuhri )

Followers

Total Pageviews

Advertisement

Flickr

PR n/a

tribunolahraga.info-Google pagerank,alexa rank,Competitor

Dari Mana Pengunjung

Footer Widget 1

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com